Ketua Boboko Sesalkan Penentuan Lokasi Semifinal Final Piala Presiden Mendadak
- 02 Agt 2026 16:35 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Ketua Umum Bobotoh Kolot (BOBOKO), Yukie, menyampaikan kekecewaannya terhadap keputusan panitia pelaksana yang menetapkan Stadion I Wayan Dipta, Bali, sebagai lokasi pertandingan semifinal dan final Piala Presiden. Menurutnya, keputusan tersebut seharusnya telah dirancang jauh sebelum turnamen bergulir agar tidak menimbulkan polemik maupun kendala teknis.
Yukie menilai penentuan venue untuk laga-laga krusial semestinya menjadi bagian dari perencanaan awal penyelenggaraan turnamen. Dengan demikian, seluruh peserta, suporter, dan pihak terkait dapat mempersiapkan diri secara lebih matang sejak awal kompetisi dimulai.
“Saya sangat menyayangkan pertandingan semifinal dan final Piala Presiden harus dilaksanakan di Stadion I Wayan Dipta, Bali. Seharusnya panitia pelaksana jauh-jauh hari sudah mengonsepkan semifinal dan final akan diselenggarakan di stadion mana, bukan diputuskan secara mendadak setelah pertandingan Grup B selesai,” ujar Yukie.Minggu 2 Agustus 2026.
Menurutnya, panitia juga perlu mempertimbangkan komposisi peserta yang diundang mengikuti turnamen. Kehadiran sejumlah klub yang memiliki sejarah rivalitas tinggi, kata dia, semestinya sudah diantisipasi melalui perencanaan yang lebih matang, termasuk dalam penentuan lokasi pertandingan.
“Termasuk tim-tim yang diundang mengikuti turnamen Piala Presiden. Kalau yang diundang banyak tim dengan rivalitas tinggi, panitia seharusnya sudah bisa mengantisipasi sejak awal agar pelaksanaan pertandingan berjalan aman dan nyaman,” katanya.

Sebagai pendukung Persib Bandung, Yukie mengaku prihatin apabila keputusan yang dinilai mendadak tersebut justru berdampak terhadap persiapan tim. Ia menilai fokus Persib dalam menghadapi kompetisi resmi dapat terganggu apabila penyelenggaraan turnamen tidak dirancang secara optimal.
“Sebagai Bobotoh Persib, saya sangat menyayangkan kondisi ini. Bahkan, lebih baik Persib tidak diundang sejak awal apabila pada akhirnya persiapan tim menjadi terganggu akibat keputusan-keputusan yang tidak direncanakan dengan baik,” ungkapnya.
Yukie berharap penyelenggara turnamen menjadikan persoalan tersebut sebagai bahan evaluasi. Menurutnya, setiap keputusan dalam penyelenggaraan kompetisi harus mengedepankan profesionalisme, kepentingan olahraga, serta kenyamanan seluruh peserta dan suporter.
“Jangan mementingkan urusan pribadi atau golongan hanya untuk menghadirkan euforia turnamen Piala Presiden. Pada akhirnya, keputusan seperti ini justru bisa merugikan tim peserta, termasuk Persib Bandung,” tegas Yukie.
Ia berharap penyelenggaraan turnamen sepak bola nasional ke depan dilakukan dengan perencanaan yang lebih matang, transparan, dan profesional sehingga seluruh klub peserta dapat fokus mempersiapkan tim, sementara suporter dapat memberikan dukungan dalam suasana yang aman, nyaman, dan kondusif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....