Bobotoh Kolot, Perkuat Persaudaraan Demi Dukung Prestasi Tim Kebanggaan Bersama

  • 30 Jul 2026 18:24 WIB
  •  Bandung
Poin Utama
  • Ketua BOBOKO Yukie menegaskan komunitas Bobotoh Kolot berfungsi sebagai wadah pemersatu suporter Persib Bandung generasi 1980-an hingga 1990-an.
  • BOBOKO tidak sekadar komunitas suporter, tetapi juga ruang untuk berbagi kebahagiaan dan kesulitan antar anggota sambil menjalin silaturahmi.
  • Komunitas ini diharapkan dapat mempererat persaudaraan dan mengenang perjalanan panjang dalam mendukung Maung Bandung sejak era lalu.

RRI.CO.ID, Bandung - Ketua Pusat Bobotoh Kolot (BOBOKO), Yukie, menegaskan bahwa kehadiran komunitas Bobotoh Kolot bertujuan menjadi wadah pemersatu bagi para pendukung Persib Bandung, khususnya generasi suporter era 1980-an hingga 1990-an. Melalui komunitas ini, para anggota diharapkan dapat kembali menjalin silaturahmi, mempererat persaudaraan, sekaligus mengenang perjalanan panjang dalam mendukung Maung Bandung.

Menurut Yukie, BOBOKO bukan sekadar komunitas suporter, tetapi juga ruang untuk berbagi kebahagiaan maupun kesulitan sesama anggota. "Harapan kami dengan berdirinya BOBOKO adalah membuka pintu bagi suporter Persib angkatan 80-an dan 90-an agar dapat bergabung dalam satu wadah untuk bernostalgia, bersilaturahmi, serta saling mendukung dalam suka maupun duka saat mengawal Persib Bandung," ujarnya.Kamis 30 Juli 2026.

Yukie menilai dukungan suporter memiliki peran penting dalam perjalanan prestasi Persib Bandung, baik di kompetisi nasional maupun internasional. Karena itu, ia mengajak seluruh Bobotoh untuk terus memberikan dukungan positif agar Persib mampu mengharumkan nama daerah dan Indonesia di kancah yang lebih luas.

"Mari sama-sama kita kawal Persib Bandung agar mampu meraih prestasi di tingkat internasional, minimal di Asia Tenggara. Prestasi itu bukan hanya membanggakan klub, tetapi juga membawa harum nama seluruh Bobotoh yang selalu setia mendukung," kata Yukie.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa profesionalisme klub harus diimbangi dengan kedewasaan para pendukungnya. Menurutnya, apabila suporter menginginkan Persib menjadi klub yang semakin profesional, maka sikap yang ditunjukkan dari tribun maupun di luar stadion juga harus mencerminkan kedewasaan dan tanggung jawab.

"Ketika kita menuntut Persib harus profesional, tentunya sebagai suporter kita juga harus memberikan yang terbaik untuk tim dengan cara-cara yang dewasa, santun, dan tetap menjaga nama baik Persib Bandung," tegasnya.

Yukie menjelaskan, BOBOKO hadir membawa warna tersendiri dalam dunia suporter sepak bola Indonesia. Komunitas ini menetapkan syarat usia minimal 35 tahun bagi anggotanya sebagai bentuk penghormatan terhadap pengalaman para Bobotoh senior. Selain itu, BOBOKO juga mengedepankan pelestarian budaya Sunda sebagai identitas yang harus dijaga bersama serta mendorong terciptanya suasana yang aman, damai, dan kondusif di setiap pertandingan.

Ia juga mengingatkan bahwa rivalitas dalam sepak bola memiliki batas yang jelas. Semangat mendukung tim kebanggaan cukup ditunjukkan selama pertandingan berlangsung, sedangkan setelah peluit panjang dibunyikan seluruh suporter harus kembali menjunjung tinggi nilai persaudaraan dan kehidupan bermasyarakat.

"Rivalitas itu cukup selama 90 menit. Setelah itu kita semua memiliki kehidupan yang harus dijalani bersama. Sebagai suporter, kita harus mampu membedakan kapan mendukung tim kebanggaan dan kapan kembali menjalankan aktivitas sehari-hari," ungkapnya.

Yukie berharap semangat persatuan yang dibangun BOBOKO dapat menginspirasi komunitas suporter lain di seluruh Indonesia. Menurutnya, kekompakan antarsuporter merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung kemajuan sepak bola nasional dan prestasi Tim Nasional Indonesia. BOBOKO sendiri resmi berdiri pada 10 Desember 2025 dan diinisiasi oleh tiga pendiri, yakni Kang Yukie, Kang Jasmen, dan Kang Wahyu.

"Harapan kami, ke depan bukan hanya suporter Persib yang bersatu, tetapi seluruh komunitas suporter di Indonesia dapat saling bersilaturahmi, bergandengan tangan, dan menjaga persaudaraan. Jika Timnas Indonesia ingin terus berprestasi, maka salah satu kekuatan utamanya adalah kekompakan para suporternya," pungkas Yukie.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....