Djadjang Nurdjaman Tinggalkan Persib, Akhiri Tugas sebagai Direktur Teknik
- 23 Jul 2026 19:29 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Persib Bandung resmi mengakhiri kerja sama dengan Djadjang Nurdjaman yang menjabat sebagai Direktur Teknik setelah kontraknya berakhir menjelang dimulainya kompetisi musim 2026/2027. Keputusan tersebut menandai berakhirnya satu babak pengabdian sosok yang akrab disapa Kang Djanur, yang selama setahun terakhir berperan dalam memperkuat sistem pembinaan pemain muda di lingkungan Maung Bandung.
Selama mengemban tugas sebagai Direktur Teknik, Djanur dinilai memberikan kontribusi penting dalam membangun fondasi pengembangan talenta muda Persib. Pengalamannya sebagai mantan pemain dan pelatih membuatnya memiliki pemahaman mendalam mengenai identitas klub, sehingga mampu membantu menyusun arah pembinaan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menyampaikan apresiasi atas dedikasi yang telah diberikan Djadjang Nurdjaman selama menjalankan amanah tersebut. Menurutnya, kehadiran Djanur menjadi salah satu faktor penting dalam upaya meningkatkan kualitas klub, khususnya di sektor pengembangan pemain usia dini.
“Dalam setahun terakhir, Persib sangat terbantu dengan kehadiran Kang Djanur sebagai Direktur Teknik. Di tengah komitmen kami untuk terus meningkatkan standar klub di berbagai aspek, termasuk pengembangan pemain sejak usia dini, pengalaman dan pemahaman beliau terhadap identitas Persib memberikan kontribusi yang sangat berarti,” ujar Adhitia, Kamis, 23 Juli 2026.
Bagi Persib, jabatan Direktur Teknik yang diemban Djanur merupakan kelanjutan dari perjalanan panjangnya bersama klub kebanggaan Bobotoh. Sebelum mengisi posisi tersebut, pria asal Majalengka itu telah lebih dulu mengukir sejarah sebagai pemain, asisten pelatih, hingga pelatih kepala yang menghadirkan berbagai prestasi bagi Pangeran Biru.
Sebagai pemain, Djadjang Nurdjaman ikut mengantarkan Persib meraih gelar juara Kompetisi Perserikatan pada 1986 dan musim 1989/1990. Kiprahnya berlanjut sebagai asisten pelatih mendampingi Indra M. Tohir saat Maung Bandung kembali menjadi kampiun Perserikatan 1993/1994 dan menjuarai Liga Indonesia edisi perdana musim 1994/1995.
Nama Djanur semakin dikenang ketika dipercaya menjadi pelatih kepala Persib. Di bawah arahannya, Maung Bandung berhasil mengakhiri penantian panjang selama hampir 20 tahun dengan menjuarai Liga Super Indonesia 2014.
Setahun berselang, ia kembali mempersembahkan trofi Piala Presiden 2015. Catatan itu menjadikannya sebagai sosok kedua dalam sejarah yang mampu membawa Persib menjadi juara sebagai pemain dan pelatih setelah Ade Dana.
Meski tidak lagi berada di pinggir lapangan sebagai pelatih, kontribusi Djadjang Nurdjaman tetap terasa ketika menjabat Direktur Teknik. Perannya dalam memperkuat sistem pembinaan dan pengembangan pemain muda menjadi bagian dari perjalanan Persib saat meraih gelar Liga 1 2024/2025 dan Super League 2025/2026, sekaligus menyiapkan fondasi untuk masa depan klub.
Manajemen Persib menegaskan Djanur akan selalu menjadi bagian dari keluarga besar klub. Loyalitas, dedikasi, dan pengabdiannya selama puluhan tahun dinilai telah meninggalkan jejak penting dalam perjalanan sejarah Maung Bandung.
“Kang Djanur akan selalu menjadi bagian dari keluarga besar Persib. Kami mendoakan beliau senantiasa diberikan kesehatan, kesuksesan, dan kelancaran dalam setiap langkah pengabdian berikutnya. Hatur nuhun atas semua dedikasi, loyalitas, dan kontribusi yang telah diberikan untuk Persib. Semoga silaturahmi ini akan terus terjaga,” kata Adhitia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....