Boboko Perkuat Persatuan Suporter lewat Edukasi, Silaturahmi dan Kepedulian

  • 15 Jul 2026 08:54 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Komunitas Bobotoh Kolot (Boboko) terus memperkuat perannya sebagai wadah silaturahmi bagi pendukung Persib Bandung. Sejak resmi berdiri pada 10 Desember 2025, komunitas ini berkomitmen menanamkan kecintaan terhadap Persib sebagai bagian dari identitas dan warisan budaya masyarakat Sunda.

Ketua Bobotoh Kolot (Boboko), Yukie, mengatakan hingga saat ini Boboko telah memiliki sekitar 2.000 anggota yang tersebar di berbagai daerah. Sekretariat pusat komunitas tersebut berada di Jalan Sumbawa No. 30, Kota Bandung, yang menjadi pusat berbagai kegiatan organisasi dan pembinaan anggota.

Menurut Yukie, Boboko tidak hanya menjadi tempat berkumpulnya para pendukung Persib, tetapi juga memiliki misi besar untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Ia menilai Persib Bandung merupakan warisan budaya Sunda yang harus dijaga, dilestarikan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

"Kami ingin terus mengedukasi bahwa Persib bukan sekadar klub sepak bola, tetapi juga bagian dari warisan budaya Sunda yang harus kita jaga bersama," ujar Yukie.Rabu 15 Juli 2026.

Ia mengaku bangga menjadi bagian dari keluarga besar Bobotoh. Baginya, keberadaan Persib yang mampu berprestasi di tingkat nasional menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Jawa Barat sekaligus memperkuat identitas masyarakat Sunda di dunia olahraga.

"Saya bangga menjadi bagian dari suporter Persib karena masyarakat Sunda memiliki klub kebanggaan yang mampu menorehkan berbagai prestasi," katanya.

Dalam mempererat hubungan antar anggota, Boboko secara rutin menggelar kegiatan silaturahmi dan kopi darat (kopdar). Kegiatan tersebut dinilai penting untuk memperkuat rasa kekeluargaan sekaligus membangun komunikasi yang sehat di antara sesama bobotoh.

Selain mendukung prestasi tim, Boboko juga berharap Persib terus berkembang sebagai klub yang profesional. Yukie menilai pembinaan pemain-pemain muda asli Jawa Barat harus menjadi perhatian karena dapat menjadi bagian dari upaya mengangkat potensi dan budaya daerah.

"Kami berharap Persib terus menjadi klub profesional dengan prestasi yang membanggakan serta memberi ruang lebih besar bagi pemain-pemain muda asal Jawa Barat," ungkapnya.

Yukie menegaskan kritik dari suporter merupakan bagian dari bentuk kepedulian terhadap klub. Menurutnya, sebuah klub tidak akan berkembang tanpa adanya masukan yang membangun sehingga hubungan antara manajemen dan suporter harus semakin terbuka.

"Tanpa kritik, sebuah klub tidak akan berkembang. Karena itu kami berharap manajemen Persib semakin dekat dengan suporternya agar komunikasi berjalan lebih baik," ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan kepada seluruh komunitas bobotoh. Dengan demikian, akan tercipta keselarasan antara harapan suporter dengan visi yang dimiliki Persib Bandung.

Di era digital saat ini, media sosial dinilai memiliki peran yang sangat besar dalam membangun komunikasi dan mempererat persatuan antarsuporter. Melalui berbagai platform digital, Boboko dapat menyebarkan informasi, edukasi, sekaligus memperluas jangkauan anggotanya.

"Media sosial sangat berpengaruh dalam mempererat komunikasi dan menjaga persatuan di antara sesama anggota Boboko," tutur Yukie.

Tidak hanya aktif mendukung Persib di stadion, Boboko juga rutin menggelar kegiatan sosial yang langsung menyentuh masyarakat. Berbagai aksi kemanusiaan menjadi salah satu bentuk kepedulian komunitas agar keberadaan bobotoh memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Menghadapi berbagai dinamika organisasi, Yukie mengakui tantangan terbesar adalah menyatukan cara pandang setiap anggota dan mengurangi ego dalam menyelesaikan persoalan. Ia menilai solusi terbaik adalah mengedepankan musyawarah dan silaturahmi agar setiap perbedaan dapat diselesaikan secara bijaksana.

"Tantangan terbesar adalah menyatukan cara pandang. Solusinya, semua harus duduk bersama, berdiskusi, dan mengedepankan silaturahmi agar setiap persoalan dapat diselesaikan dengan baik," jelasnya.

Di akhir keterangannya, Yukie mengajak seluruh bobotoh untuk menunjukkan dukungan yang positif kepada Persib Bandung. Ia mengingatkan agar tidak melakukan tindakan anarkis maupun rasis karena semangat sepak bola hanya berlangsung selama 90 menit, sedangkan kehidupan bermasyarakat harus terus dijaga dengan damai.

"Dalam mencintai Persib Bandung jangan pernah bersikap anarkis maupun rasis. Euforia sepak bola hanya 90 menit, tetapi setelah itu kita tetap hidup berdampingan sebagai masyarakat," tegas Yukie.

Bagi masyarakat yang ingin bergabung dengan Bobotoh Kolot, pendaftaran dapat dilakukan melalui tautan registrasi pada akun Instagram resmi @bobotohkolot_, akun TikTok BOBOKO OFFICIAL, atau datang langsung ke Sekretariat Pusat Boboko di Jalan Sumbawa No. 30, Kota Bandung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....