Liga Sepak Bola Putri Ditargetkan Bergulir Oktober dengan Enam Klub

  • 12 Jun 2026 07:22 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Ketua Umum PSSI Erick Thohir memastikan persiapan penyelenggaraan Liga Sepak Bola Putri terus dilakukan secara bertahap. Kompetisi sepak bola putri nasional itu ditargetkan mulai digelar pada Oktober tahun ini sebagai bagian dari upaya memperkuat pembinaan dan pengembangan sepak bola wanita di Indonesia.

Erick Thohir mengatakan, kompetisi perdana tersebut akan diawali dengan keikutsertaan enam klub. Jumlah peserta yang masih terbatas dipilih agar liga dapat berjalan secara sehat dan berkelanjutan, terutama dari sisi operasional maupun finansial klub peserta.

Erick menjelaskan, jadwal pelaksanaan masih mengarah pada Oktober mendatang. Menurutnya, langkah awal dengan enam klub menjadi pilihan yang paling realistis untuk membangun fondasi kompetisi yang kuat.

"Rencananya sekitar Oktober. Tetap rencana dengan enam klub terlebih dahulu,” kata Erick Thohir, Rabu, 10 Juni 2026.

Pria yang akrab disapa ET itu menilai kehadiran kompetisi putri sudah menjadi kebutuhan mendesak. Hal tersebut sejalan dengan perkembangan program pembinaan usia muda yang selama beberapa tahun terakhir dijalankan oleh PSSI melalui berbagai kegiatan grassroots.

Ia mengungkapkan, PSSI kini telah memiliki sekitar 50 ribu pemain putri yang tercatat dalam database hasil program pembinaan selama tiga tahun terakhir. Dengan adanya kelompok usia U-17, U-20, hingga tim senior, para pemain membutuhkan wadah kompetisi yang berkesinambungan.

“Ketika sekarang ada grassroots sudah memiliki sekitar 50 ribu dalam database selama tiga tahun terakhir. Dengan adanya kelompok usia U-17, U-20, dan senior, maka liga harus mulai berjalan agar para pemain memiliki wadah kompetisi,” ujar Erick.

Menurutnya, keberadaan liga menjadi sangat penting agar para pemain putri memiliki kesempatan untuk terus berkembang dan bersaing. Tanpa adanya kompetisi resmi, proses pembinaan yang telah dilakukan dikhawatirkan tidak akan berjalan maksimal.

“Kalau tidak ada liga, nanti para pemain ini akan bermain di mana. Mudah-mudahan tahun ini bisa dimulai dengan enam klub terlebih dahulu,” ucapnya.

Mengenai klub peserta, Erick belum membeberkan identitas keenam tim yang akan ambil bagian. Ia menegaskan bahwa PSSI ingin memastikan kondisi keuangan klub tetap sehat sehingga kompetisi dapat berlangsung secara berkelanjutan tanpa membebani peserta.

“Nah kembali kita harus jaga kesehatan keuangan klub-klub tersebut,” tutur Erick.

Untuk tahap awal, enam klub tersebut direncanakan berasal dari wilayah Banten, Jakarta, dan Jawa Barat. Pemilihan wilayah yang berdekatan dilakukan guna menekan biaya perjalanan sehingga klub tidak perlu mengeluarkan anggaran besar untuk transportasi maupun akomodasi.

“Rencananya enam klub ini akan berlokasi di sekitar Banten, Jakarta, dan Jawa Barat terlebih dahulu supaya biaya perjalanan tidak terlalu mahal. Kalau jaraknya dekat, bisa menggunakan bus dan mungkin tidak perlu menginap,” jelasnya.

Erick berharap strategi tersebut dapat membantu klub-klub putri bertahan dalam jangka panjang. Ia menargetkan dalam dua hingga tiga tahun mendatang seluruh peserta mampu berkembang tanpa mengalami kendala pendanaan yang dapat mengganggu keberlangsungan kompetisi.

“Harapannya, dalam dua hingga tiga tahun ke depan klub-klub putri ini tidak mengalami masalah pendanaan. Kan sayang kalau baru berjalan sebentar kemudian ada yang mundur,” kata Erick Thohir.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....