Cultura Persib, saat Sejarah dan Seni Maung Bandung Bersatu
- 08 Jun 2026 18:05 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Persib Bandung bersama Grey Art Gallery menghadirkan pameran budaya bertajuk Cultura Persib, sebuah program yang mengangkat perjalanan panjang, identitas, serta warisan klub yang telah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Bandung. Pameran ini digelar di Grey Art Gallery, kawasan Braga, Bandung, dan berlangsung mulai 9 Juni hingga 10 September 2026.
Melalui pameran tersebut, publik diajak menelusuri kisah perjalanan Persib yang telah berdiri dan berkembang selama lebih dari sembilan dekade. Tidak hanya menampilkan sejarah klub, Cultura Persib juga menjadi wadah untuk melihat bagaimana sepak bola, seni, dan budaya saling beririsan dalam membentuk identitas sebuah kota.
Momentum penyelenggaraan pameran ini semakin istimewa karena hadir setelah Persib mencatatkan prestasi bersejarah dengan menjuarai Liga 1 Indonesia selama tiga musim berturut-turut, yakni musim 2023/2024, 2024/2025, dan 2025/2026. Raihan tersebut menjadikan Maung Bandung sebagai klub pertama pada era Liga 1 yang mampu mencatatkan gelar juara tiga kali beruntun atau three-peat.
Sebanyak 95 karya dan objek dipamerkan dalam Cultura Persib. Berbagai karya tersebut menampilkan beragam sudut pandang mengenai sejarah klub, budaya Bobotoh, perkembangan Kota Bandung, hingga perjalanan Persib dari masa ke masa. Pengunjung dapat menikmati karya seni rupa, mural, instalasi visual, arsip sejarah, memorabilia, jersey bersejarah, serta ruang tematik yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman yang lebih mendalam.
Selain pameran utama, penyelenggara juga menyiapkan sejumlah kegiatan publik seperti diskusi, talkshow, pertemuan komunitas, dan berbagai aktivitas kreatif lainnya. Program-program tersebut diharapkan dapat memperkaya pengalaman pengunjung sekaligus membuka ruang dialog antara dunia seni, sepak bola, dan masyarakat.
Komisaris dan Manajer Tim PT Persib Bandung Bermartabat, H. Umuh Muchtar, menegaskan, Cultura Persib merupakan bentuk penghormatan terhadap perjalanan panjang klub bersama seluruh elemen yang selama ini mendukungnya. Menurutnya, keberhasilan yang diraih Persib tidak hanya menjadi milik klub semata, tetapi juga milik Bobotoh dan masyarakat yang tumbuh bersama tim kebanggaan Jawa Barat tersebut.
“Pencapaian yang diraih Persib dalam beberapa musim terakhir bukan hanya milik klub, melainkan milik seluruh Bobotoh dan masyarakat yang selama ini tumbuh bersama Persib. Karena itu, Cultura Persib kami hadirkan sebagai ruang untuk merayakan perjalanan tersebut bersama-sama,” ujar Umuh saat pembukaan pameran, Senin, 8 Juni 2026.
Ia menambahkan bahwa pameran ini ingin menunjukkan sisi lain dari Persib yang selama ini mungkin belum banyak diketahui publik. “Melalui pameran ini, kami ingin mengajak publik melihat bahwa di balik setiap pertandingan dan trofi, terdapat sejarah, nilai, kreativitas, serta ikatan emosional yang telah membentuk hubungan kuat antara Persib, Kota Bandung, dan masyarakatnya,” katanya.
Sementara itu, Owner Grey Art Gallery, Elia Yoesman, menyebut Persib sebagai salah satu fenomena budaya paling berpengaruh yang dimiliki Kota Bandung. Menurutnya, pengaruh klub tidak hanya terasa di stadion, tetapi juga hadir dalam berbagai ruang sosial, komunitas, dan aktivitas kreatif masyarakat.
“Kami melihat Persib sebagai salah satu fenomena budaya paling berpengaruh yang dimiliki Kota Bandung. Kehadirannya tidak hanya dirasakan di stadion, tetapi juga hidup dalam berbagai ruang sosial dan kreatif masyarakat,” tutur Elia Yoesman.
Elia menjelaskan, keterlibatan puluhan seniman, kreator, dan kontributor dalam pameran ini menjadi bukti bahwa Pangeran Biru telah berkembang menjadi sumber inspirasi yang melampaui sepak bola.
“Melalui keterlibatan para seniman, kreator, dan kontributor dari berbagai latar belakang serta hadirnya 95 karya dan objek dalam pameran ini, kami ingin memperlihatkan bagaimana Persib telah menjadi sumber inspirasi yang melampaui sepak bola dan berkembang menjadi bagian dari identitas budaya kota,” ujarnya.
Pameran Cultura Persib diharapkan dapat menjadi ruang pertemuan antara sejarah, seni, komunitas, dan berbagai generasi Bobotoh. Lebih dari sekadar perayaan prestasi, kegiatan ini juga menjadi jembatan yang menghubungkan musim bersejarah 2025/2026 dengan semangat baru menyambut kompetisi Super League 2026/2027.
Melalui kolaborasi antara Persib dan Grey Art Gallery, Cultura Persib ingin menegaskan bahwa perjalanan sebuah klub tidak hanya dibangun oleh kemenangan di lapangan hijau, tetapi juga oleh cerita, kenangan, kreativitas, serta ikatan emosional yang terus tumbuh bersama masyarakat dari generasi ke generasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....