Persib Bantah Transfer Ban FIFA akibat Tunggakan Gaji Sato, Ini Penjelasannya
- 31 Mei 2026 13:58 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan, membantah status larangan registrasi pemain baru (transfer ban) yang dijatuhkan FIFA kepada Persib Bandung disebabkan keterlambatan pembayaran gaji kepada mantan pemainnya, Daisuke Sato.
Menurut Adhitia, status tersebut muncul karena adanya proses penyelesaian sengketa yang sebelumnya bergulir hingga Court of Arbitration for Sport (CAS) terkait perhitungan nilai hak finansial yang harus diterima pemain asal Filipina tersebut. Ia menegaskan Persib tidak pernah mengabaikan kewajiban terhadap mantan pemainnya.
“Jadi bukan hal yang mengagetkan buat kita dan enggak usah khawatir. Klub besar juga banyak mengalami ini. Jadi ini bukan karena kita bayar gaji telat, kita enggak memenuhi haknya, tapi memang ada proses CAS yang kita laluin dulu untuk ngecek kebenaran salary dia itu berapa sebenarnya,” kata Adhitia, Sabtu, 30 Mei 2026.
Ia memastikan persoalan tersebut segera dituntaskan oleh manajemen. Karena itu, Adhitia meminta Bobotoh tidak perlu khawatir terhadap dampak transfer ban tersebut terhadap aktivitas transfer Persib menjelang kompetisi musim depan.
Adhitia menjelaskan status yang tercantum di laman FIFA berbunyi “registration ban until lifted”, yang berarti larangan registrasi akan otomatis dicabut setelah klub menyelesaikan kewajiban yang dipersyaratkan. Menurutnya, proses pencabutan status tersebut dapat berlangsung cepat setelah bukti pembayaran dikirimkan kepada FIFA.
“Langsung lift. Tinggal kirim bukti bayarnya, email, the moment itu mereka langsung lifting the ban, selesai. Kalau sudah sign hari ini mah besok juga tinggal umumin pemain baru,” ujarnya.
Lebih lanjut, Adhitia menegaskan transfer ban tidak menghalangi Persib untuk melakukan negosiasi maupun penandatanganan kontrak dengan pemain anyar. Pembatasan hanya berlaku pada proses registrasi pemain melalui sistem Transfer Matching System (TMS) FIFA.
“Karena gini, ban itu di register di sistem, bukan nge-ban kita mesti negosiasi sama pemain. Negosiasi kita masih bisa berjalan, sedang berjalan. Sign kontrak masih bisa dilakukan, tapi ketika registrasi di TMS-nya mereka, nah itu yang ditutup, masih diblok. Once itu di-lifting, nah aman semuanya,” jelasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....