Daisuke Sato Klarifikasi Transfer Ban FIFA yang Menjerat Persib

  • 30 Mei 2026 21:56 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Mantan pemain Persib Bandung asal Filipina, Daisuke Sato, akhirnya angkat bicara mengenai status larangan registrasi pemain baru (transfer ban) dari FIFA yang belakangan menjadi perhatian publik. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @daisukesato11, Sabtu, 30 Mei 2026, Sato memberikan penjelasan terkait perkara yang menjadi dasar keputusan FIFA tersebut.

Dalam pernyataannya, Sato menegaskan bahwa larangan pendaftaran pemain yang dijatuhkan FIFA kepada Persib Bandung bukan berasal dari laporan baru atau tindakan terbaru yang ia lakukan. Menurutnya, persoalan tersebut berakar dari sengketa kontrak yang terjadi setelah kerja samanya dengan Persib berakhir pada 2023.

Sato mengungkapkan, sejak awal dirinya berupaya menyelesaikan permasalahan tersebut secara profesional dan melalui jalur yang semestinya. Namun, kondisi yang ia hadapi saat itu membuat dirinya merasa tidak memiliki pilihan lain selain menempuh langkah hukum guna melindungi hak-hak profesionalnya sebagai pemain.

“Sejak awal, saya berusaha menangani situasi ini secara profesional dan melalui jalur yang semestinya. Namun, karena cara situasi kontrak saya ditangani pada saat itu, serta kondisi yang saya hadapi, saya tidak memiliki pilihan yang masuk akal selain melindungi hak-hak saya melalui proses hukum,” tulis Sato dalam pernyataannya.

Ia menjelaskan, kasus tersebut telah diperiksa oleh badan sepak bola dan lembaga hukum yang berwenang. Dalam prosesnya, Persib Bandung juga disebut telah menggunakan berbagai upaya hukum yang tersedia. Setelah seluruh tahapan selesai, keputusan yang dihasilkan disebut menguatkan posisi Sato dalam perkara tersebut.

Lebih lanjut, pemain tim nasional Filipina itu mengungkapkan Persib sempat meminta agar hasil keputusan tidak dipublikasikan dengan menyebut nama pemain maupun klub. Permintaan tersebut, kata Sato, dia dan tim hukumnya tolak karena meyakini bahwa persoalan tersebut seharusnya ditangani secara terbuka dan transparan.

Sato kemudian menegaskan transfer ban yang saat ini dijatuhkan FIFA bukan disebabkan oleh laporan baru dari dirinya. Menurutnya, sanksi tersebut merupakan konsekuensi dari tidak dipatuhinya keputusan final dalam batas waktu yang telah ditentukan oleh otoritas yang menangani perkara tersebut.

Meski demikian, Sato menegaskan dirinya tidak memiliki masalah pribadi dengan Persib Bandung maupun para pendukungnya. Ia mengaku tetap menghormati klub berjuluk Maung Bandung tersebut, sejarah klub, rekan-rekan setimnya semasa bermain, serta perkembangan sepak bola Indonesia secara umum.

“Proses ini tidak pernah bersifat pribadi dan tidak pernah dimaksudkan untuk merugikan klub ataupun para pendukungnya. Proses ini semata-mata bertujuan untuk melindungi hak-hak profesional saya dan memastikan bahwa keputusan yang telah ditetapkan dihormati,” lanjut Sato.

Pada akhir pernyataannya, Sato meminta publik dan para suporter untuk memahami kronologi permasalahan secara utuh sebelum memberikan penilaian atau kritik kepadanya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukungnya selama tiga tahun terakhir, khususnya tim hukum yang mendampinginya sejak awal proses sengketa berlangsung.

Sato pun menyampaikan rasa syukur atas pengalaman yang ia dapatkan selama berkarier di Indonesia. Ia menegaskan akan terus menghormati Persib Bandung, Bobotoh, dan sepak bola Indonesia meski proses hukum antara dirinya dan klub telah berujung pada sanksi transfer ban dari FIFA.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....