Manajemen Persib Imbau Bobotoh Tertib saat Laga Pamungkas dan Selebrasi

  • 19 Mei 2026 21:00 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, mengimbau seluruh Bobotoh untuk menjaga ketertiban dan menaati seluruh regulasi, saat laga pamungkas Persib Bandung melawan Persijap Jepara pada pekan ke-34 Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu, 23 Mei 2026. Imbauan ini juga berlaku dalam rangkaian perayaan gelar juara yang akan digelar seusai pertandingan.

Adhitia menegaskan, kepatuhan suporter terhadap aturan menjadi hal yang sangat penting mengingat besarnya akumulasi denda yang harus ditanggung klub sepanjang musim ini akibat berbagai pelanggaran di stadion. Menurutnya, nominal denda yang telah dibayarkan Persib mencapai angka fantastis dan seharusnya bisa dialokasikan untuk peningkatan fasilitas tim.

“Denda itu total kalau dari awal musim kita hitung-hitung mungkin sudah lebih dari Rp5 miliar. Nilai sebesar itu sebenarnya bisa digunakan untuk merapikan lapangan dari nol, menambah media tanam sampai 30 sentimeter, bahkan mengganti seluruh rumput dengan kualitas terbaik,” kata Adhitia, Selasa, 19 Mei 2026.

Ia mengakui, berbagai kejadian di sepanjang musim menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak. Karena itu, momentum laga penutup sekaligus potensi perayaan juara di GBLA diharapkan menjadi contoh kedewasaan Bobotoh dalam mendukung tim kebanggaan mereka.

“Ini adalah hajat dan perayaan kita semua. Utamakan keselamatan, dan selama proses perayaan tolong ikuti aturan dan regulasi yang ada. Kami sangat melarang adanya flare, petasan, dan segala macam, spesifik ketika pertandingan berlangsung hingga perayaan angkat piala,” ujarnya.

Adhitia memahami, sebagian kelompok suporter memiliki kultur selebrasi dengan penggunaan flare. Namun, ia meminta seluruh Bobotoh menahan diri setidaknya hingga prosesi resmi penyerahan trofi selesai agar jalannya acara tidak terganggu, baik bagi pemain, ofisial, maupun kebutuhan siaran langsung.

“Prosesi itu berhenti ketika pialanya diangkat. Jadi jangan sampai nanti flare dinyalakan sebelum selesai. Saya paham ada beberapa komunitas yang memang secara kultur sangat mendorong penggunaan flare, tapi kami sangat memohon tolong jangan dilakukan sampai perayaan angkat pialanya selesai. Karena itu sangat mengganggu, stadion jadi gelap, penuh asap, dan secara broadcasting tidak bagus sehingga tidak banyak orang bisa menikmati,” katanya.

Ia menambahkan, setelah seluruh prosesi resmi selesai, Bobotoh dipersilakan merayakan keberhasilan tim secara tertib sesuai koridor yang telah ditentukan. Menurutnya, euforia kemenangan tetap bisa diwujudkan tanpa mengabaikan aspek keamanan dan kenyamanan bersama.

“Setelah itu selesai, mangga mau dirayakan di luar stadion, mau ada parade dan segala macam, silakan diselenggarakan. Tapi selama acara hingga angkat piala selesai, tolong ikuti semua peraturan dan regulasi yang ada,” ucap Adhitia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....