Mojang Priangan Juara Hydroplus Soccer League Bandung Lolos ke Seri Nasional

  • 16 Mei 2026 10:12 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Atmosfer pertandingan final ajang HYDROPLUS SOCCER LEAGUE BANDUNG berlangsung meriah di Pusdikpom Soegiri Infini Arena, Cimahi, Jawa Barat. Ribuan suporter yang hadir memberikan dukungan penuh kepada dua tim putri terbaik kelompok usia 15 tahun, yakni Mojang Priangan dan Setia Srikandi.

Laga puncak tersebut berlangsung sengit sejak menit awal pertandingan. Kedua tim tampil agresif dengan permainan cepat dan saling menekan demi meraih gelar juara kompetisi sepak bola putri usia muda tersebut.

Tim Mojang Priangan akhirnya berhasil memastikan kemenangan dengan skor meyakinkan 4-0 atas Setia Srikandi. Empat gol kemenangan tersebut menjadi penentu keberhasilan Mojang Priangan menutup kompetisi dengan hasil manis sekaligus mengangkat trofi juara dan lolos ke seri Nasional yang akan digelar di Kudus bulan Juni 2026 mendatang.

Pelatih Mojang Priangan U-15, Imam Sujagad, mengaku bersyukur atas capaian anak asuhnya pada pekan terakhir kompetisi. Ia menyebut persaingan menuju tangga juara berlangsung sangat ketat hingga penentuan agregat gol menjadi faktor utama kemenangan timnya.

“Alhamdulillah untuk hasil liga di pekan terakhir kita bisa memaksimalkan agregat gol karena poin kita sama. Persaingan saling kejar-mengejar, tapi di sini gol yang kita tekankan terhadap anak-anak,” ujar Imam Sujagad usai pertandingan.Sabtu 16 Mei 2026.

Menurut Imam, sepanjang kompetisi HYDROPLUS SOCCER LEAGUE BANDUNG seluruh peserta menunjukkan perkembangan signifikan. Ia menilai tidak ada tim yang bisa dianggap lemah karena setiap klub terus melakukan evaluasi demi meningkatkan kualitas permainan.

“Persaingan selama kompetisi di Hydro ini luar biasa ketatnya. Kita tidak melihat papan bawah ataupun papan tengah, semua tim memperbaiki dan selalu mengevaluasi sehingga tim-tim yang ada di sini semakin bagus,” katanya.

Saat ditanya mengenai lawan terberat selama kompetisi berlangsung, Imam menilai tantangan terbesar justru berasal dari timnya sendiri. Namun secara teknis, ia menyebut Gol Exiss dan Akademi Persib sebagai dua lawan yang paling memberikan tekanan.

“Lawan terberat yang pertama diri sendiri. Kalau secara lawan, lawan terberat itu ada dua, yaitu Gol Exiss sama Akademi Persib,” ungkapnya.

Pada partai final, Imam memilih menerapkan pendekatan permainan yang sederhana namun efektif. Ia lebih menekankan kepada para pemain agar mampu menikmati pertandingan dan mengeluarkan kemampuan terbaik tanpa tekanan berlebihan.

“Kalau untuk strategi saya tidak banyak strategi. Yang penting saya ingin anak-anak memaksimalkan kualitas pemain dan bermain seenjoy mungkin, sebahagia mungkin. Selebihnya saya pasrah terhadap anak-anak, main enjoy,” tuturnya.

Keberhasilan di Bandung menjadi modal penting bagi Mojang Priangan untuk menghadapi APSL All-Star di Bogor. Imam mengungkapkan timnya akan menjalani pemusatan latihan serta menambah tiga pemain baru guna memperkuat skuad menghadapi level nasional.

“Untuk persiapan ke sana nanti kita akan mengadakan TC dan ada juga tambahan tiga pemain. Nanti kita lihat siapa saja pemain yang akan saya bawa dan saya juga akan memantau tiga pemain tersebut untuk bisa bergabung menghadapi nasional,” jelasnya.

Sementara itu, bintang kemenangan Mojang Priangan, Naylah Aulianti, mengaku bangga bisa membawa timnya menjadi juara. Pemain muda tersebut tampil gemilang dengan mencetak dua gol di final sekaligus menutup kompetisi dengan koleksi total 11 gol.

“Alhamdulillah diberikan kemenangan dan bangga. Hari ini bikin dua gol,” kata Naylah singkat penuh semangat.

Naylah mengungkapkan kerja keras dalam latihan menjadi kunci ketajamannya sepanjang kompetisi. Ia berharap performa impresif tersebut dapat terus berlanjut ketika Mojang Priangan tampil di ajang nasional mendatang.

“Latihan yang serius dan ekstra jadi kuncinya. Harapannya semoga di nasional nanti bisa menjadi juara lagi,” ujar Naylah optimistis.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....