Marc Klok Bantah Tuduhan Rasisme saat Laga Lawan Bhayangkara FC di Lampung
- 02 Mei 2026 14:55 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Gelandang Persib Bandung, Marc Klok, dengan tegas membantah tuduhan melakukan tindakan rasisme terhadap pemain Bhayangkara Presisi Lampung FC, Henri Doumbia, pada laga pekan ke-30 Super League 2025/2026 di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Kamis, 30 April 2026 malam.
Pemilik nomor punggung 23 tersebut menilai, tuduhan tersebut tidak berdasar dan telah merugikan nama baiknya sebagai pesepak bola profesional. Dalam keterangan resminya, Klok menegaskan dirinya tidak pernah melontarkan ucapan bernada rasial kepada Doumbia. Menurutnya, penyebaran informasi yang tidak benar mengenai sesuatu yang tidak pernah terjadi merupakan hal yang tidak dapat diterima, terlebih tuduhan tersebut menyangkut isu sensitif seperti rasisme.
“Saya dengan tegas membantah tuduhan rasisme yang ditujukan kepada saya. Penyebaran informasi yang tidak benar mengenai sesuatu yang tidak pernah terjadi merupakan hal yang tidak dapat diterima dan merugikan nama baik saya,” ujar Klok, Sabtu, 2 Mei 2026.
Pemain naturalisasi Indonesia itu menegaskan, sepanjang hidup dan karier profesionalnya, ia selalu menjunjung tinggi nilai rasa hormat, kesetaraan, profesionalisme, serta menolak segala bentuk rasisme.
Ia mengungkapkan selama berkarier, dirinya telah berbagi ruang ganti dengan pemain dari berbagai latar belakang budaya dan kebangsaan, dengan rasa hormat sebagai nilai utama yang selalu dipegang.
dirinya telah berupaya mengklarifikasi insiden tersebut secara langsung kepada sejumlah pihak dari Bhayangkara Presisi Lampung FC, baik saat pertandingan berlangsung maupun setelah laga usai. Langkah itu dilakukan untuk memahami situasi yang terjadi dan memastikan tidak ada kesalahpahaman lebih lanjut.
Ia menjelaskan, insiden bermula saat Persib mencetak gol yang mengubah skor menjadi 2-1. Dalam situasi itu, menurut Klok, Henri Doumbia menahan bola alih-alih segera melanjutkan kick-off. Karena Persib tengah berusaha mengejar ketertinggalan, Klok mengaku meminta bola tersebut dengan mengatakan, “Give me the ball back.”
Ia mengatakan, Doumbia sempat salah mendengar ucapannya dan mengira dirinya mengucapkan kata “black”. Namun, setelah keduanya berbicara secara langsung, Doumbia disebut telah menyadari kesalahpahaman tersebut dan meminta maaf. Klok menyebut pengakuan serupa juga datang dari beberapa rekan setim Doumbia serta jajaran pelatih Bhayangkara Presisi Lampung FC.
Meski demikian, Klok menyesalkan sikap manajer Bhayangkara Presisi Lampung FC, Sumardji, yang menurutnya terus melontarkan tuduhan rasisme meski tidak berada di dekat lapangan saat insiden terjadi.
Klok mengungkapkan tuduhan itu disampaikan di lorong stadion, dekat ruang ganti, hingga di lapangan setelah pertandingan berakhir.
“Saya telah memintanya untuk berhenti dan menyampaikan bahwa saya merasa terluka atas tuduhan yang tidak benar tersebut. Perilaku ini telah melampaui batas sepak bola dan esensi dari permainan ini,” kata Klok.
Atas kejadian tersebut, Klok berharap Bhayangkara Presisi Lampung FC dapat menyampaikan permintaan maaf resmi. Ia meminta klarifikasi atas kesalahpahaman yang terjadi sekaligus penghentian penyebaran tuduhan yang dinilainya tidak benar dan merusak reputasinya sebagai pemain profesional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....