Program Jabar Istimewa Dorong Pembinaan Sepak Bola Berkelanjutan

  • 04 Apr 2026 20:35 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Peluncuran program “Jabar Istimewa” menjadi bagian dari upaya strategis dalam pengembangan sepak bola di wilayah Jawa Barat. Program ini diharapkan mampu memperkuat fondasi pembinaan dari tingkat usia dini hingga profesional.

Inisiatif tersebut juga menjadi bentuk keseriusan berbagai pemangku kepentingan dalam mendorong kemajuan sepak bola daerah agar lebih kompetitif di tingkat nasional.Hal itu ditegaskan Ketua DPRD Jawa Barat, Buky Wibawa Karya Guna, saat menghadiri launching Liga Jabar Istimewa 2026.

Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan halal bihalal Lebaran Sepak Bola Jawa Barat.Acara berlangsung di Aula Asprov PSSI Jawa Barat, Jalan Lodaya, Kota Bandung, pada Jumat malam, 3 April 2026.

Menurut Buky, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam pembinaan olahraga, khususnya sepak bola. Sinergi antara pemerintah, organisasi, dan masyarakat dinilai sangat krusial.

Ia menilai, tanpa kolaborasi yang kuat, program pembinaan tidak akan berjalan optimal dan berkelanjutan.“Saya sudah menerima penjelasan langsung dari Plt Ketua Asprov PSSI Jabar, Bu Vivin Cahyani, dan Plt Sekjen Asprov PSSI Jabar, Kang Muhamad Jaelani Saputra, terkait berbagai program strategis yang akan dijalankan,” ujar Buky.

Ia mengaku optimistis terhadap arah kebijakan yang tengah disiapkan untuk memajukan sepak bola Jawa Barat.Buky juga mengapresiasi perhatian besar dari PSSI terhadap perkembangan sepak bola di Jawa Barat.

Menurutnya, dukungan tersebut menjadi modal penting untuk meningkatkan kualitas pembinaan atlet.“Perhatian PSSI terhadap sepak bola Jabar ternyata luar biasa,” ucapnya.

Salah satu program unggulan yang disoroti adalah rencana pemberian lisensi bagi 2.500 pelatih di Jawa Barat.Program ini akan dimulai dari lisensi D sebagai tahap awal peningkatan kualitas SDM pelatih.

Ke depan, para pelatih diharapkan dapat meningkatkan kompetensinya hingga mencapai lisensi C dan B secara bertahap.Selain itu, program “Satu Anak Satu Bola” juga mendapat perhatian khusus. Buky menilai program tersebut sangat penting dalam membangun keterampilan dasar pemain sejak usia dini.

“Kalau kita mau mencetak pemain sejak usia dini, kakinya harus terbiasa dengan bola. Bola harus dekat dan menyatu dengan jiwa raganya,” jelasnya.

Ia juga mendorong penerapan sistem talent scouting yang terstruktur untuk menjaring bakat-bakat muda potensial di Jawa Barat. Bahkan, peluang pemberian beasiswa bagi atlet berbakat juga dinilai perlu dipertimbangkan.

Langkah tersebut diharapkan mampu memberikan ruang bagi talenta muda untuk berkembang secara maksimal.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PSSI Provinsi Jawa Barat, Vivin Cahyani, menegaskan bahwa upaya menjadi yang terbaik harus dilakukan secara menyeluruh. Pembinaan tidak hanya fokus pada atlet, tetapi juga pelatih dan infrastruktur.

“Dari 50 juta penduduk Jabar, kita baru punya sekitar 2.000 pelatih berlisensi. Itu jumlah yang sangat sedikit dan harus kita kejar,” ujar Vivin.

Vivin juga menyoroti pentingnya ketersediaan infrastruktur, khususnya lapangan sepak bola yang memadai. Ia berharap program “satu kecamatan satu lapangan” dapat segera direalisasikan oleh pemerintah daerah.

“Kalau pelatih sudah banyak, anak-anak juga antusias, tapi lapangan terbatas dan mahal, ini jadi hambatan besar. Termasuk kebutuhan bola melalui program ‘Satu Anak Satu Bola’ yang harus segera dipenuhi,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....