Launching Liga Jabar Istimewa Perkuat Pembinaan Sepak Bola Jawa Barat
- 04 Apr 2026 07:40 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Launching Liga Jabar Istimewa 2026 digelar bersamaan dengan kegiatan halal bihalal insan sepak bola Jawa Barat. Acara tersebut berlangsung di Aula Asprov PSSI Jawa Barat, Jalan Lodaya, Kota Bandung, pada Jumat, 3 April 2026.
Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus momentum strategis dalam mendorong kemajuan sepak bola di tingkat daerah. Sejumlah pemangku kepentingan hadir untuk menyatukan visi dalam pengembangan olahraga yang memiliki basis penggemar besar tersebut.
Ketua DPRD Jawa Barat, Buky Wibawa Karya Guna yang akrab disapa Buky Wikagu, turut menghadiri kegiatan tersebut. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan legislatif terhadap kemajuan sepak bola di Jawa Barat.
Dalam kesempatan itu, turut diluncurkan program “Jabar Istimewa” sebagai bagian dari strategi pembinaan sepak bola berkelanjutan. Program ini diharapkan mampu memperkuat fondasi pembinaan sejak usia dini hingga tingkat profesional.
Buky menilai kegiatan tersebut sebagai momentum penting dalam memperkuat komitmen pembinaan sepak bola. Ia juga mengaku telah menerima pemaparan langsung dari Plt Ketua Asprov PSSI Jabar Vivin Cahyani dan Plt Sekjen Muhamad Jaelani Saputra terkait program strategis yang akan dijalankan.
“Saya kira ini momentum, tadi kita sudah mendapatkan penjelasan dari Ibu Plt Asprov dan juga Plt Sekjen Asprov PSSI Jabar. Perhatian PSSI terhadap sepak bola Jabar ternyata luar biasa,” ujar Buky usai acara.
Salah satu program unggulan yang disoroti adalah rencana pemberian lisensi bagi 2.500 pelatih di Jawa Barat. Program tersebut akan dimulai dari lisensi D dengan target peningkatan kompetensi hingga lisensi C, B, bahkan A.
“Jadi ada program lisensi untuk 2.500 pelatih di Jabar, dimulai dari lisensi D, dan ke depannya bisa meningkat ke lisensi C, B, sampai A,” katanya.
Selain itu, Buky juga mengapresiasi program “Satu Anak Satu Bola” yang dinilai krusial dalam pembinaan usia dini. Menurutnya, kedekatan anak dengan bola sejak kecil akan membentuk keterampilan dasar yang kuat.
“Kalau kita mau mencetak pemain sejak usia dini, kakinya harus terbiasa dengan bola. Bahkan secara sederhana, bola itu harus selalu dekat, supaya menyatu dengan jiwa raganya,” ungkapnya.
Buky juga mendorong penerapan sistem talent scouting yang terstruktur di Jawa Barat, termasuk peluang pemberian beasiswa bagi anak berbakat. Ia menekankan pentingnya komunikasi dan sinergi antara pengurus, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan.
“Ke depan, kalau ada talent scouting yang baik, anak-anak berbakat bisa diberikan beasiswa, sehingga mereka bisa lebih fokus, bahkan dengan pola pendidikan seperti homeschooling,” tambahnya.
“Dalam semua kegiatan, komunikasi itu harus dibangun. Kalau komunikasi macet, akan sulit. Dukungan pemerintah daerah juga sangat penting,” tegasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....