Farhan Dorong Konsistensi ASKOT Perkuat Pembinaan Sepak Bola Kota Bandung

  • 15 Mar 2026 10:06 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan pentingnya konsistensi organisasi dalam menjalankan roda pembinaan sepak bola di tingkat kota. Menurutnya, stabilitas manajemen dan kepatuhan terhadap aturan organisasi merupakan fondasi utama dalam membangun ekosistem sepak bola yang sehat di Kota Bandung.

Ia menilai keberhasilan pembinaan sepak bola tidak hanya ditentukan oleh prestasi di lapangan, tetapi juga oleh tata kelola organisasi yang baik. Karena itu, setiap program yang dijalankan oleh ASKOT PSSI Kota Bandung harus mencerminkan komitmen terhadap profesionalitas dan kepatuhan terhadap aturan federasi.

“Yang harus dilaksanakan adalah program yang menunjukkan konsistensi dan stabilitas ASKOT PSSI Kota Bandung. Ini sangat penting sebagai bentuk kompliansi terhadap statuta Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia yang menjadi pedoman organisasi,” ujar Farhan.

Pernyataan tersebut disampaikan Farhan saat menghadiri Kongres PSSI Kota Bandung yang juga dirangkaikan dengan peringatan milangkala ke-93 Persib Bandung. Kegiatan tersebut digelar di Gedung PSSI Provinsi Jawa Barat, Jalan Lodaya, Kota Bandung, Sabtu 14 Maret 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Farhan juga mengapresiasi kehadiran jajaran pengurus Asosiasi Provinsi PSSI Jawa Barat yang turut mengikuti forum kongres. Ia mengaku sempat berdiskusi dengan sejumlah pengurus mengenai arah pembinaan sepak bola di daerah.

Menurutnya, ASKOT dan ASPROV memiliki tanggung jawab besar dalam melahirkan generasi pemain sepak bola masa depan. Karena itu, proses pencarian bakat dan pembinaan atlet harus dilakukan secara terstruktur dan berkelanjutan.

“Kami sepaham bahwa ASKOT dan ASPROV memiliki kewajiban melahirkan talenta-talenta baru. Karena itu talent scouting menjadi sangat penting, begitu juga pembinaan yang berkelanjutan,” katanya.

Farhan menambahkan, keberadaan berbagai kompetisi di tingkat daerah menjadi salah satu sarana penting dalam proses pembinaan pemain muda. Kompetisi tersebut dapat menjadi wadah bagi pemain untuk mengasah kemampuan sekaligus memperlihatkan potensi terbaik mereka.

Ia mencontohkan kompetisi seperti Liga Jabar Istimewa dan Liga Bandung Utama yang diharapkan mampu membentuk sistem kompetisi berjenjang. Melalui sistem tersebut, para pemain muda memiliki jalur pembinaan yang jelas dari tingkat kota hingga provinsi.

Selain membahas pembinaan sepak bola, Farhan juga menyinggung dinamika diskusi mengenai sejarah berdirinya Persib Bandung. Ia menilai perbedaan pandangan dalam diskursus sejarah merupakan hal yang wajar dan justru memperkaya pemahaman publik.

“Oh, sebuah diskursus itu harus ada. Dinamika itu perlu supaya kita tidak terlalu nyaman dengan satu pandangan. Tapi sekarang kita sudah sepakat bahwa tanggal berdiri Persib adalah 14 Maret 1933,” kata Farhan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....