Cerita Gol Bunuh Diri Escobar yang Berujung Tragis

  • 28 Feb 2026 20:46 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung: Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat menyisakan duka mendalam bagi sepak bola Kolombia. Bek Andres Escobar tewas ditembak beberapa hari usai mencetak gol bunuh diri saat menghadapi tuan rumah.

Andres Escobar berusia 27 tahun ketika membela Kolombia pada ajang Piala Dunia FIFA 1994. Ia dikenal sebagai pemain bertahan yang tenang dan bersih dalam bermain bersama klubnya, Atlético Nacional, sebelum memperkuat tim nasional sejak 1988. Sikapnya yang santun membuatnya dijuluki “The Gentleman”.

Pada turnamen yang digelar di Amerika Serikat tersebut, Kolombia tergabung di Grup A bersama Rumania, Swiss, dan tuan rumah Amerika Serikat. Sebelum kompetisi dimulai, beredar rumor bahwa tim Kolombia mendapat tekanan dari sindikat taruhan dan kartel narkoba yang diduga memiliki kepentingan finansial terhadap hasil pertandingan.

Kolombia mengawali turnamen dengan kekalahan 1-3 dari Rumania pada 18 Juni 1994. Empat hari kemudian, Kolombia menghadapi Amerika Serikat dalam laga penentuan. Pada menit ke-35, Escobar berusaha memotong umpan silang gelandang AS, namun bola justru masuk ke gawang sendiri. Gol bunuh diri itu membuat Amerika Serikat unggul dan akhirnya menang 2-1.

Kekalahan tersebut memperkecil peluang Kolombia lolos ke babak berikutnya. Meski sempat menang 2-0 atas Swiss, hasil pertandingan lain tidak berpihak sehingga Kolombia tersingkir dari turnamen. Dalam sebuah wawancara setelah pertandingan, Escobar tetap menunjukkan sikap optimistis dan menyebut pengalaman Piala Dunia sebagai momen berharga dalam hidupnya.

Namun tragedi terjadi lima hari setelah laga terakhir Kolombia. Pada 1 Juli 1994, Escobar keluar bersama teman-temannya di Kota Medellin. Meski sempat disarankan untuk menghindari sorotan publik, ia tetap beraktivitas seperti biasa.

Di area parkir sebuah klub malam, Escobar didatangi tiga pria bersenjata. Terjadi perdebatan sebelum pelaku menembakkan pistol kaliber 38 ke arah Escobar sebanyak enam kali. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit, namun meninggal dunia kurang dari satu jam kemudian akibat luka tembak.

Kematian Escobar meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, termasuk tunangannya yang rencananya akan dinikahi beberapa bulan kemudian. Para penggemar Atlético Nacional dan pecinta sepak bola Kolombia hingga kini masih mengenangnya sebagai sosok pemain santun yang menjadi korban situasi kelam di balik olahraga.

Tragedi tersebut juga mencoreng citra Kolombia di mata internasional, memperkuat stigma tentang tingginya kekerasan dan pengaruh kriminalitas pada era tersebut. Peristiwa ini menjadi salah satu momen paling kelam dalam sejarah sepak bola dunia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....