MilkLife Soccer Challenge Bandung Catat Rekor Peserta
- 31 Jan 2026 13:52 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Turnamen sepak bola putri usia dini MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Bandung Seri 2 2025–2026 digelar pada 22 Januari hingga 1 Februari 2026 di Lapangan Candradimuka Pusdikif dan Stadion Sidolig, Bandung, Jawa Barat. Babak kualifikasi berlangsung pada 22–25 Januari, sementara babak utama dimainkan pada 29 Januari hingga 1 Februari 2026.
Ajang yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife ini diikuti 2.154 siswi dari 94 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Bandung dan sekitarnya. Para peserta tersebut terbagi ke dalam 66 tim Kelompok Usia (KU) 10 dan 136 tim KU 12, menjadikan MLSC Bandung sebagai salah satu turnamen sepak bola putri usia dini terbesar di Jawa Barat.
Antusiasme peserta menunjukkan tren peningkatan signifikan dari tahun ke tahun. Pada penyelenggaraan MLSC Bandung 2025 yang berlangsung 27 Mei 1 Juni 2025, tercatat 1.798 siswi ambil bagian. Jumlah itu meningkat pada MLSC Bandung Seri 1 2025–2026 pada September lalu dengan 2.029 peserta, hingga kembali bertambah menjadi 2.154 siswi pada Seri 2 2025–2026 ini.
Pada gelaran MLSC Bandung 2025, tim KU 10 SDN 075 Jatayu keluar sebagai juara setelah mengalahkan SDN 035 Soka dengan skor 2-0 di partai final.
Sementara di kategori KU 12, SDN 073 Pajagalan B memastikan gelar juara usai menang dramatis lewat adu penalti atas SDN 203 Kacapiring setelah bermain imbang 0-0 (3-2).
Baca Juga: Teja Buru Tiga Poin di Markas Persis Solo
Sementara itu, pada MLSC Bandung Seri 1 2025–2026, terjadi pergantian juara di kedua kategori. Di KU 10, SD Pelita sukses menumbangkan juara bertahan SDN 075 Jatayu dengan skor telak 4-1 di partai final. Sedangkan di KU 12, SDN 026 Bojongloa tampil sebagai juara baru usai menaklukkan SDN 004 Cisaranten Kulon 3-1.
Pada Seri 2 kali ini, langkah SD Pelita KU 10 harus terhenti di fase grup. Mereka kalah 0-4 dari SDN 023 Pajagalan pada Kamis 29 Januari 2026 dan finis di posisi ketiga klasemen Grup L dengan raihan dua poin.
Dalam dua edisi terakhir MLSC Bandung, belum ada tim yang mampu mempertahankan gelar juara. Kondisi tersebut kembali membuka peluang lahirnya juara baru pada MLSC Bandung Seri 2 2025–2026, seiring ketatnya persaingan dan meratanya kualitas peserta.
Pelatih Kepala MilkLife Soccer Challenge Bandung, Fauzi Bramantio, menilai peningkatan kualitas peserta dipengaruhi banyaknya siswi yang kini bergabung dengan Sekolah Sepak Bola (SSB).
“Ini berdampak besar pada kualitas permainan. Alasan juara selalu berbeda salah satunya karena regenerasi di setiap sekolah. Ketika pemain inti sudah naik kelas atau keluar, performa tim pasti goyang,” ujar Fauzi,di Lapangan Candradimuka Pusdikif.Sabtu 31 Januari 2026.
Ia mencontohkan SDN 026 Bojongloa yang kehilangan dua pemain inti usai menjadi juara Seri 1 KU 12, sehingga performa tim mengalami penurunan.
Selain pertandingan utama dengan format 7 lawan 7, MLSC 2025–2026 juga menggelar Festival SenengSoccer untuk KU 8 yang menyasar anak usia 6–8 tahun. Pada MLSC Bandung Seri 2 2025–2026, festival ini diikuti 46 peserta dari 18 SD dan MI.
Tidak hanya itu, Skill Challenge juga menjadi bagian wajib kompetisi dengan lima uji ketangkasan, yakni 1 on 1, penalty shoot, dribbling, passing control, dan shoot on target, guna mengasah kemampuan dasar para pemain sejak dini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....