Nobar Persib vs Persija di 30 Kecamatan Berlangsung Tertib

  • 11 Jan 2026 18:44 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Euforia laga klasik Persib Bandung kontra Persija Jakarta pada lanjutan Super League 2025–2026, Minggu, 11 Januari 2026, terasa menggema hingga ke tingkat kewilayahan. Antusiasme bobotoh tidak hanya terpusat di Stadion Bandung Lautan Api (GBLA), tetapi juga menyebar ke berbagai penjuru kota.

Untuk mengakomodasi tingginya animo sekaligus menjaga situasi Kota Bandung tetap kondusif, Pemerintah Kota Bandung memfasilitasi kegiatan nonton bareng (nobar) serentak di 30 kecamatan. Kebijakan ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memberikan ruang aman bagi bobotoh yang tidak mendapatkan tiket pertandingan.

Di Kecamatan Cibeunying Kidul, suasana persiapan nobar sudah terasa sejak sehari sebelumnya. Meski informasi pelaksanaan nobar terbilang mendadak, jajaran kewilayahan bergerak cepat mempersiapkan sarana dan prasarana.

Operator komputer Kecamatan Cibeunying Kidul, Kiki, mengatakan persiapan dilakukan sejak malam hari setelah informasi nobar beredar di media sosial.

“Persiapannya memang singkat, baru disiapkan semalam karena informasinya juga mendadak dari media sosial. Tapi alhamdulillah sekarang sudah siap, tinggal menunggu warga datang,” ujarnya, Minggu, 11 Januari 2026.

Baca juga : Walikota Bandung Minta Bobotoh Rayakan Kemenangan Secara Tertib

Antusiasme warga pun terlihat jelas dari berbagai kanal media sosial. Banyak bobotoh menanyakan jam pelaksanaan hingga waktu berkumpul. Panitia bahkan mengimbau warga untuk hadir lebih awal, sekitar pukul 14.30 WIB, agar kegiatan berjalan tertib dan mudah terpantau oleh masyarakat sekitar.

Di balik semarak persiapan, Kiki menegaskan pesan penting kepada para bobotoh agar tidak memaksakan diri datang ke stadion jika tidak memiliki tiket.

“Untuk warga yang tidak punya tiket, jangan memaksakan ke stadion. Lebih baik nobar di wilayah masing-masing saja, lebih aman dan kondusif,” tegasnya.

Sebagai bobotoh, Kiki mengaku tetap memiliki keinginan untuk menyaksikan langsung pertandingan di stadion. Ia pun menyuarakan harapan agar ke depan akses tiket bisa lebih mudah dan praktik percaloan dapat ditekan.

“Kalau bisa ke depan tiketnya lebih dipermudah, akses ke stadion juga diperbaiki. Soal calo ini sudah gila, ada yang sampai Rp2,5 juta per tiket,” katanya.

Atmosfer serupa juga terasa di Kelurahan Braga. Operator komputer kelurahan, Andri, mengatakan pihaknya telah melakukan sosialisasi nobar sejak sehari sebelumnya melalui berbagai media, mulai dari poster, pamflet, media sosial, hingga grup WhatsApp warga dan para ketua RW.

“Sejak kemarin kita sudah sebar informasi. Alhamdulillah persiapan lancar dan warga siap mendukung Persib,” katanya.

Respons warga dinilai sangat positif. Bahkan, beberapa RW memilih menggelar nobar secara mandiri di lingkungannya masing-masing, sehingga warga dapat menonton pertandingan lebih dekat dengan rumah.

“Di RW 6 Jalan Kejaksaan juga ada nobar. Jadi warga bisa nonton dekat rumah, tidak harus ke stadion,” ucapnya.

Menanggapi kebijakan nobar serentak di 30 kecamatan, Andri menilai langkah Pemkot Bandung sangat tepat, mengingat laga Persib melawan Persija selalu menyedot perhatian publik dan sarat emosi.

“Ini pertandingan krusial, laga klasik. Nobar ini jadi wadah menyalurkan animo bobotoh dengan cara yang lebih aman dan tertib,” katanya.

Meski demikian, ia mengingatkan agar euforia tetap dijaga. Dukungan kepada Persib boleh membara, namun kondusivitas kota harus tetap menjadi prioritas bersama.

“Dukung Persib dengan tertib. Jangan berlebihan dulu. Kita belum juara. Kalau sudah juara, baru silakan euforia,” tandasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....