Soal Larangan Suporter Away, Begini Jawaban Persib
- 06 Agt 2025 19:46 WIB
- Bandung
KBRN, Bandung: Persib Bandung memberikan tanggapan terkait masih dilarangnya suporter tim tamu datang ke laga tandang di kompetisi super league musim 2025/2026, dimana salah satu indikatornya akibat insiden di laga terakhir Liga Satu 2024/2025 Persib melawan Persis Solo, di stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), 24 Mei 2025 lalu.
Saat pertandingan tersebut ada oknum suporter Persib yang merayakan back to back dengan turun langsung ke lapangan.
Oknum suporter kala itu ada yang mengulung rumput, ada juga flare yang dinyalakan.
Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan, mengaku, pihaknya sangat paham dengan kondisinya saat ini. Sehingga menurutnya Persib akan menaati regulasi tersebut.
“Kami memahami dan menghormati keputusan regulator liga terkait belum diizinkannya kehadiran suporter tandang di Super League musim ini. Meski mengecewakan bagi Bobotoh, kami melihat ini sebagai bagian dari proses menuju sistem pertandingan yang lebih aman dan tertib," kata Adhitia, Rabu (6/8/2025).
Terkait insiden di akhir musim lalu, Persib sudah melakukan evaluasi internal dan langkah preventif bersama komunitas suporter. Persib pun tidak membenarkan pelanggaran aturan apa pun. Namun pihaknya percaya, pendekatan edukatif dan kolaboratif adalah kunci perbaikan jangka panjang.
"Kami terus menjalin komunikasi konstruktif dengan I.League dan pemangku kepentingan lainnya agar ke depan suporter bisa kembali hadir di laga tandang dengan sistem yang lebih siap. Kami percaya, dengan kedewasaan dan komitmen bersama, kepercayaan akan tumbuh kembali," ucapnya.
"Mari kita jaga marwah Persib, dan tunjukkan bahwa Bobotoh bukan hanya paling loyal, tapi juga paling bertanggung jawab di Indonesia," ujar Adhitia.
Baca juga:Jelang Super League, Hodak Masih Benahi Performa Persib
Sebelumnya, I.League, sebagai operator kompetisi Indonesia Super League (ISL), memastikan bahwa aturan larangan suporter away masih akan diberlakukan pada musim 2025/2026. Keputusan ini diambil karena risiko keamanan yang masih dinilai cukup tinggi jika aturan tersebut dicabut.
Terkait keputusan ini, I.League menilai alasan penolakan ini tak lepas dari adanya kelakuan oknum suporter Persib Bandung yang euforia berlebihan saat laga terakhir mereka.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....