Sebanyak 2.632 Personel Gabungan Kawal Keamanan Piala Presiden

  • 05 Jul 2025 12:15 WIB
  •  Bandung

KBRN, Bandung: Sebanyak 2.632 personel gabungan resmi dikerahkan untuk mengamankan Piala Presiden 2025 yang akan berlangsung pada 6–14 Juli mendatang. Kesiapan pengamanan tersebut ditandai dengan Apel Gelar Pasukan Operasi Garuda Lodaya di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jumat (4/7/2025).

Apel dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman. Apel dipimpin langsung oleh Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Barat, Irjen Pol Rudi Setiawan.

Dalam sambutannya, Kapolda menekankan pentingnya profesionalisme, disiplin, dan tanggung jawab seluruh personel selama pelaksanaan pengamanan. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan pengamanan tak hanya bergantung pada perencanaan, tetapi juga pada implementasi di lapangan.

“Sebagus apa pun perencanaan yang kita susun, tanpa disiplin dan tanggung jawab, semuanya tidak akan berarti,” tegas Rudi di hadapan ribuan peserta apel.

Ribuan personel gabungan tersebut berasal dari berbagai unsur, termasuk Polda Jabar, Polrestabes Bandung, Polresta Bandung, Polres Cimahi, TNI, Satpol PP, serta sejumlah instansi pendukung lainnya. Kapolda menekankan bahwa seluruh aparat yang terlibat memiliki misi yang sama: menjaga keamanan dan kelancaran pertandingan serta mengharumkan nama Jawa Barat di mata nasional maupun internasional.

“Kita harus satu tujuan, menjaga jalannya turnamen agar aman, tertib, dan nyaman. Jangan sampai ada celah sekecil apa pun untuk gangguan keamanan,” ujarnya.

Selain itu, setiap petugas diminta memahami tugas dan lokasi penempatannya masing-masing. Serta mampu mengantisipasi berbagai potensi kerawanan yang mungkin terjadi.

Kapolda juga menyoroti pentingnya sinergi antarlembaga. Menurutnya, kerja sama lintas instansi menjadi kunci utama dalam pengamanan event sebesar Piala Presiden.

“Polri tidak bisa bekerja sendiri, begitu pula TNI dan instansi lainnya. Kita harus bahu-membahu demi suksesnya Piala Presiden 2025,” ucap Rudi.

Isu penggunaan flare (suar) yang kerap mencuat dalam pertandingan sepak bola juga menjadi perhatian utama. Kapolda menegaskan bahwa tidak akan ada toleransi terhadap flare selama gelaran Piala Presiden berlangsung.

“Ketua Umum PSSI sudah menegaskan bahwa pertandingan harus bebas flare. Ini target kita bersama. Pastikan pemeriksaan di pintu masuk stadion dilakukan secara ketat,” tandasnya.

Menutup sambutannya, Rudi mengajak seluruh personel untuk menjaga kekompakan dan menjunjung tinggi semangat kebersamaan. Ia juga mengajak memanjatkan doa agar seluruh rangkaian pertandingan berjalan aman dan seluruh petugas diberikan keselamatan.

“Jaga kekompakan. Jangan ada ego sektoral. Kita semua adalah satu tim dalam menjaga Jawa Barat,” ungkapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....