Tekad Djanur Tuntaskan Tugas Baru di Persib Bandung
- 02 Mei 2025 15:13 WIB
- Bandung
KBRN, Bandung: Mantan pemain dan pelatih Persib yang kini menjadi Direktur Teknik, Djadjang Nurdjaman, mengucapkan rasa terima kasihnya karena bisa kembali bersama dengan klub yang dicintai dan dibanggakan, meski saat ini posisi serta tantangannya pasti berbeda.
"Terima kasih sebesar-besarnya kepada PT Persib Bandung Bermartabat yang telah mempercayakan saya sebagai Direktur Teknik. Ini adalah kebanggaan dan penghargaan besar bagi saya. Darah saya adalah Persib. Sejak menjadi pemain hingga pelatih, saya selalu bersama klub ini, meskipun sempat berkiprah di beberapa klub lain,” ucap Djadjang Nurdjaman, dikutip dari laman resmi Persib, Jumat (2/5/2025).
Sebagai Direktur Teknik, Djanur panggolan akrab Djadjang Nurdjaman akan fokus membina talenta muda, menyusun kurikulum pembinaan, serta memastikan sistem yang diterapkan mampu mencetak pemain berkualitas untuk masa depan Persib.
"Insya Allah, saya akan memberikan yang terbaik. Semoga proses pembinaan ini berjalan lancar, mulai dari penyusunan kurikulum hingga pelaksanaannya di lapangan,” katanya.
Menurut Djanur, potensi pemain muda di Kota Bandung dan Jawa Barat sangat besar. Namun, lebih dari sekadar kemampuan teknis, pemain muda Persib juga harus memiliki karakter dan akhlak yang baik.
“Keinginan untuk menjadi pemain Persib pasti ada di hati anak-anak muda Bandung dan Jawa Barat. Tapi untuk bisa benar-benar menjadi bagian dari PERSIB, mereka harus siap secara fisik, mental, dan juga memiliki karakter serta budi pekerti yang baik,” ujarnya.
Sementara itu, Setelah berkiprah sebagai pemain, asisten pelatih, hingga pelatih kepala, pria kelahiran Majalengka, 30 Maret 1964 ini kini dipercaya mengemban peran baru sebagai Direktur Teknik Persib, dengan fokus utama pada peningkatan kualitas pembinaan pemain muda.
Perjalanan Djanur bersama Persib dimulai sejak usia belia, saat ia memperkuat tim pada periode 1977–1978. Setelah menimba pengalaman di sejumlah klub Galatama, ia kembali ke Bandung menjelang Kompetisi Divisi Utama Perserikatan 1986. Di usia 22 tahun, Djanur tampil sebagai pemain kunci dan mencetak gol penentu kemenangan atas Perseman Manokwari pada partai final. Gol tunggalnya di menit ke-77 membawa Persib meraih gelar juara yang telah lama dinantikan selama 25 tahun.
Djanur kemudian menghabiskan masa keemasan karier sepakbolanya bersama Persib hingga pensiun usai musim 1991/1992. Ia juga turut andil dalam keberhasilan Persib meraih gelar juara Divisi Utama 1989/1990 bersama generasi baru pemain muda kala itu.
Memutuskan pensiun sebagai pemain tidak lantas mengakhiri pengabdiannya. Pada musim berikutnya, Djanur dipercaya menjadi asisten pelatih mendampingi Indra M. Tohir. Bersama tim pelatih, ia turut membawa Persib meraih gelar juara Divisi Utama 1993/1994, yang kemudian dilanjutkan dengan keberhasilan menjuarai Liga Indonesia 1994/1995—dua gelar beruntun yang mencatatkan era emas baru bagi klub.
Pada 2006 dan 2007, ia beberapa kali dipercaya sebagai caretaker pelatih saat terjadi pergantian di kursi kepelatihan. Hingga akhirnya, menjelang musim Indonesia Super League (ISL) 2013, Djanur resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala. Di tangan Djanur, Persib kembali merasakan gelar juara ISL 2014, dilanjutkan dengan kemenangan di Piala Presiden 2015.
Djanur juga sempat menimba ilmu kepelatihan di Inter Milan selama hampir setengah tahun sebelum kembali menukangi Persib pada pertengahan musim Indonesia Soccer Championship 2016, menggantikan Dejan Antonic. Ia kemudian melanjutkan tugas hingga Liga 1 2017, sebelum mengundurkan diri menjelang akhir kompetisi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....