Sanggar Tari Tradisional Bentuk Karakter Cinta Tanah Air
- 06 Agt 2024 12:12 WIB
- Bandung
KBRN, Bandung: Sanggar Tari Sunda Midang terus eksis menggali seni tradisi Sunda, khususnya tari tradisional dikalangan anak muda. Ati Sofiani S.Sn pemilik sanggar tari ini menyampaikan bahwa Sanggar tari ini dibuat untuk menjawab keresahan yang dialaminya saat ini di lingkungan desa Wangunsari yang tidak luput dari imbas arus globalisasi dimana anak usia SD dilingkungannya sudah banyak yang terbawa arus globalisasi, serta kurang memahami kesenian daerah nya yang berdampak kurang baik pada karakter anak seusianya.
Sanggar ini didirikan sejak tahun 2016 dan aktif hingga kini dibawah pengawasan Dinas Pariwisata Kabupaten Bandung Barat, melaksanakan kegiatan latihan secara rutin 1 minggu sekali di hari minggu di kediamannya, di Kampung Cijengkol desa Wangunsari Kecamatan Lembang. Kegiatan ini diisi oleh anak-anak peserta didik Sanggar Tari Sunda Midang sebanyak 30 peserta didik. Dan di setiap tri wulan selalu diadakan evaluasi sekaligus kelulusan anak. Dimana Pemilik sanggar mengadakan evaluasi dengan membuat panggung kecil untuk anak- anak tampil dan ditonton masyarakat serta dinilai oleh para dewan juri yang akan ditunjuk oleh panitia sanggar.
Ati Sofiani menjelaskan tujuan diadakanya evaluasi saat ditemui, senin (5/8/2024) “Apresiasi itu sendiri kita butuhkan sebagai bagian dari strategi kita membangun anak-anak biar kuat seni budaya dan berkarakter serta cinta tanah air. ” Disamping itu kegiatan ini diperlukan untuk mengingatkan agar kita senantiasa menggali potensi yang dimiliki anak-anak dalam bidang seni tari". ujarnya menambahkan. .
Teh Ati , sapaan anak-anak sanggar ini juga berharap , pemerintah daerah setempat mendukung penuh kegiatan ini sebagai bagian dari upaya membentengi budaya dari intervensi teknologi informasi dengan segala muatannya yang melanda saat ini selayaknya disaring dengan sangat ketat. Walaupun seni dan budaya yang datang dari luar tidak seluruhnya buruk, akan tetapi kitapun pantas menyeleksinya dengan ketat, karena banyak pula seni dan budaya dari luar yang tidak sejalan dengan budaya, norma bahkan agama yang dipeluk masyarakat Jawa Barat
Ati Sofiani, berharap Melalui kegiatan sanggar ini pula dapat menggali seni tradisi serta menerapkan nilai menggali cinta budaya dan senu tradisi sunda kepada anak agar membumi dan menjadi bagian yang kita banggakan untuk anak dan cucu kita.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....