Makna Ngeningan pada Tata Rias Pengantin Adat Sunda

  • 26 Jul 2024 13:14 WIB
  •  Bandung

KBRN, Bandung: Ragam tradisi dan budaya berbagai daerah di Indonesia menjadi daya tarik dan keunikan yang tidak dipunyai negra lain. Salah satu yang menarik dapat dilihat dari tata rias pengantin di setiap daerah, yang mengandung makna dan filosofi.

Pada tata rias pengantin adat Sunda, berbagai aksesoris digunakan mempercantik pengantin seperti, pakaian, sanggul, siger, dan untaian bunga melati. Jika diteliti dengan baik, ada satu hal yang selalu dipasang di tengah kening pengantin wanita yang disebut Ngeningan.

Riasan pengantin adat Sunda, terdapat dua macam yaitu, Sunda Putri dan Sunda Siger, tetapi ngeningan selalu digunakan pada keduanya. Zaman dahulu ngeningan dari daun sirih dibentuk belah ketupat, seiring berjalannya waktu ngeningan diganti dengan bahan lain seperti batu permata.

Penggunakan daun sirih pada ngeningan mempunyai alasan tersendiri, masyarakat percaya daun sirih banyak manfaat, sehingga digunakan pada ritual tradisi Sunda. Makna dan filosofi ngeningan dengan daun sirih dipercaya sebagai penolak bala dari ancaman berbagai musibah yang bersifat magis.

Konon, masyarakat Sunda juga sering mengartikan hal itu, sebagai janji setia seorang istri kepada sang suami yang dicintai. Bahkan banyak juga yang menganggap sebagai kedewasaan pada diri perempuan yang akan melepas masa lajang, dan akan hidup menjalankan bahtera rumah tangga. Maka tak heran jika riasan pengantin tradisional Sunda masih banyak yang menggunakan daun sirih, karena mempunyai banyak makna dan filosofi di dalamnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....