Pemkot Bandung Dukung Percepatan Program Bedah Rumah, Libatkan Tenaga Kerja Lokal

  • 06 Okt 2026 20:54 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota Bandung menyatakan siap mendukung percepatan pelaksanaan program bedah rumah, termasuk dalam memastikan aspek regulasi, pengadaan, hingga pelaksanaan di lapangan berjalan sesuai ketentuan.‎

Hal itu disampaikan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, saat mendampingi Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meninjau langsung lokasi calon penerima bantuan Program Bedah Rumah di Kelurahan Babakan Ciamis, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung, Selasa 6 Oktober 2026..

‎Farhan mengatakan, berbagai kemudahan yang diberikan pemerintah pusat menjadi peluang untuk mempercepat penanganan rumah tidak layak huni di Kota Bandung.

‎‎“Alhamdulillah tadi sudah disampaikan oleh Pak Menteri bahwa dengan begitu banyak kemudahan, insyaallah apa yang kita cita-citakan bersama, program Bapak Presiden untuk rumah itu bisa kita laksanakan,” ujar Farhan.


‎‎Menurutnya, dari sisi regulasi maupun proses pengadaan, Pemkot Bandung tidak menemukan kendala berarti. Pemerintah daerah juga siap berkoordinasi dengan Kementerian PKP agar program tersebut dapat berjalan sesuai target.

‎‎“Secara regulasi, secara aturan dan pengadaan, insyaallah tidak ada masalah. Rasanya itu sudah bisa berjalan sesuai dengan harapan kita,” katanya.

‎‎Farhan menegaskan, Pemkot Bandung berkomitmen mendukung peningkatan kualitas hunian masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, dan berbagai pihak dinilai penting untuk mempercepat penanganan rumah tidak layak huni.

‎‎Sementara itu, Menteri PKP Maruarar Sirait menekankan pentingnya percepatan pelaksanaan program bedah rumah di Jawa Barat, termasuk di Kota Bandung.

‎‎Maruarar meminta berbagai potensi kendala di lapangan segera diantisipasi, salah satunya terkait ketersediaan tenaga kerja. Ia mendorong agar pembangunan memanfaatkan tenaga kerja dan pelaku usaha lokal.

‎‎“Jangan cari jauh-jauh. Cari di sini. Pemuda-pemuda yang masih menganggur, kasih kerja. Toko bangunannya juga dari sini,” kata Maruarar.


‎‎Menurutnya, pelibatan masyarakat dan pelaku usaha lokal tidak hanya membantu proses pembangunan, tetapi juga dapat memberikan dampak ekonomi bagi warga di sekitar lokasi.

‎‎Selain itu, Maruarar mengingatkan pentingnya transparansi dalam penggunaan anggaran program bedah rumah. Pengadaan material harus dapat diketahui secara jelas oleh masyarakat, mulai dari kebutuhan bahan, volume, satuan, hingga harga.

‎‎Dalam kunjungan tersebut, Maruarar turut meninjau kondisi rumah calon penerima bantuan dan menjelaskan tahapan pelaksanaan renovasi. Untuk salah satu rumah yang dikunjungi, pekerjaan dijadwalkan mulai 12 Oktober dan ditargetkan selesai pada 12 Desember 2026.

‎‎Program bedah rumah di Kota Bandung sendiri menunjukkan peningkatan signifikan. Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, pada 2025 Kota Bandung memperoleh 110 bantuan bedah rumah. Jumlah tersebut meningkat menjadi 1.458 bantuan pada 2026.

‎‎Peningkatan bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat penanganan rumah tidak layak huni sekaligus meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.

‎‎Salah seorang calon penerima bantuan, Lia Nuriawati, warga Jalan Babakan Ciamis, mengaku bersyukur rumah yang telah ditempatinya selama sekitar 40 tahun akhirnya mendapat bantuan renovasi.

‎‎Lia mengatakan, kondisi rumahnya selama ini mengalami sejumlah kerusakan, terutama pada bagian atap. Rumah yang ditempatinya bersama suami dan dua anak tersebut masih menggunakan seng dan bilik. Keterbatasan ekonomi membuat perbaikan selama ini hanya dapat dilakukan secara seadanya.

‎‎“Ya, saya senang menerima bantuan dari Bapak Presiden dan Menteri. Rumah saya bisa dibenahi, jadi tidak kehujanan dan kebocoran lagi,” ucapnya.

‎‎Lia menyebut bantuan tersebut merupakan bantuan pertama yang diterimanya setelah sebelumnya pernah mengajukan bantuan perbaikan rumah beberapa tahun lalu.

‎" berharap proses renovasi berjalan lancar sehingga keluarganya dapat segera menempati rumah yang lebih aman, nyaman, dan layak," tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....