FK3I Soroti Masifnya Pembangunan PLTP, Ketua FK3I : Harus Tetap Jaga Lingkungan

  • 06 Okt 2026 16:53 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID,Bandung - Koordinator FK3I Pusat menyoroti masifnya pembangunan dan perluasan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) atau geotermal yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan energi nasional. Pengembangan energi panas bumi tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong Energi Baru Terbarukan (EBT) sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.

Ketua FK3I Pusat Dedi Kurniawan mengatakan, pembangunan PLTP sebagai energi baru terbarukan memang diarahkan untuk menggantikan hingga meminimalisir penggunaan energi fosil. Namun, menurutnya, pemanfaatan energi geotermal saat ini belum sepenuhnya dapat dikategorikan ramah lingkungan apabila pembangunan tidak memperhatikan kondisi kawasan dan kehidupan masyarakat.

“Pembangunan PLTP sebagai energi baru terbarukan untuk mengganti sampai meminimalisir energi fosil saat ini dipandang belum sepenuhnya ramah lingkungan, dan berdampak kepada aspek kesejahteraan masyarakat serta penjagaan keutuhan kawasan,” ujar Dedi Kurniawan saat dikonfirmasi via Gawai, Selasa 6 Oktober 2026.

Dedi menilai, pembangunan infrastruktur energi harus mempertimbangkan daya dukung lingkungan serta karakteristik kawasan yang menjadi lokasi proyek. Terlebih, sejumlah wilayah yang memiliki potensi panas bumi juga berada berdekatan dengan kawasan yang memiliki fungsi penting bagi keberlangsungan ekosistem.

FK3I Pusat juga menyoroti dampak pembangunan terhadap masyarakat yang berada di sekitar kawasan pengembangan geotermal. Menurut Dedi, manfaat pembangunan energi harus dapat dirasakan masyarakat tanpa mengesampingkan hak mereka atas lingkungan yang baik dan sehat.

Selain persoalan lingkungan, keberadaan kawasan hutan dan ekosistem di sekitar proyek PLTP juga menjadi perhatian. Dedi menegaskan, kebutuhan energi nasional harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga keutuhan kawasan dan fungsi ekologisnya.

FK3I Pusat mendorong pemerintah dan pengembang untuk melakukan kajian secara komprehensif sebelum memperluas proyek PLTP. Kajian tersebut dinilai perlu mencakup aspek lingkungan, sosial, ekonomi, serta keberlanjutan kawasan dalam jangka panjang.

Dedi juga meminta keterlibatan masyarakat diperkuat dalam setiap tahapan pembangunan proyek energi terbarukan. Partisipasi masyarakat dinilai penting agar proses pembangunan berlangsung secara transparan dan masyarakat memahami manfaat maupun potensi dampaknya.

Menurut FK3I Pusat, transisi energi dari fosil menuju energi terbarukan tetap menjadi bagian penting dalam menjawab kebutuhan energi masa depan. Namun, transisi tersebut tidak boleh hanya berorientasi pada peningkatan kapasitas energi, melainkan juga harus memastikan perlindungan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

FK3I Pusat berharap pembangunan PLTP dapat dilakukan dengan prinsip kehati-hatian serta memperhatikan keberlanjutan kawasan. Dedi Kurniawan menegaskan bahwa energi terbarukan seharusnya menjadi solusi bagi kebutuhan energi sekaligus tetap menjaga lingkungan, masyarakat, dan keutuhan kawasan untuk generasi mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....