Disentil Bang Ara, Sekda Jabar Sampaikan Klarifikasi Permasalaha di Bank BJB

  • 06 Okt 2026 16:50 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Subang - Di sela kunjungan Menteri PKP Maruarar Sirait ke Subang, Senin 5 Oktober 2026, Sekda Jabar Herman Suryatman memberi klarifikasi terbuka soal Bank BJB. Klarifikasi itu disampaikan, saat ditanya posisi BJB di kancah perbankan nasional.

"Posisi BJB saat ini berada di peringkat keempat nasional, setelah Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali," ujar Herman.

Ia menjelaskan, peringkat tersebut tidak lepas dari krisis multidimensional di masa pemerintahan sebelumnya. Ada empat persoalan besar yang membuat BJB terperosok, hingga peringkatnya terkoreksi.

"Ini akibat krisis multidimensional yang membuat Bank BJB terperosok, di masa pemerintahan sebelumnya," katanya.

Pertama, kredit bermasalah atau NPL yang menekan kualitas aset, sehingga peringkat turun dari idAA+ menjadi idAA. Kedua, lonjakan biaya dana (Cost of Fund) dan beban operasional yang menggerus NIM.

"Ketiga ada masalah hukum, dan krisis tata kelola, dan keempat tantangan aksi konsolidasi KUB," ungkap Sekda.

Meski begitu, 2026 menjadi titik balik, karena manajemen baru fokus pada strategi growth with quality. Transformasi digital lewat KGB Pisan, dan penguatan dana murah CASA dilakukan, untuk memulihkan kinerja.

"Tahun ini, BJB mulai memperbaiki kinerja lewat strategi KUB, untuk memulihkan peringkat, dan profitabilitas perseroan di kancah nasional," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....