Pemkot Bandung Targetkan 400 Ribu KK Terverifikasi dalam Digitalisasi Perlinsos

  • 05 Okt 2026 12:14 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota Bandung memperkuat pelaksanaan pendataan dan verifikasi dalam program Digitalisasi Perlindungan Sosial (Perlinsos). Langkah ini dilakukan untuk memastikan data masyarakat yang menjadi dasar berbagai program pelayanan dan perlindungan sosial semakin akurat dan tepat sasaran.

‎‎Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, mengatakan Pemkot Bandung mulai memperkuat penyiapan dan pengolahan data kependudukan, termasuk data Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Nomor Induk Kependudukan (NIK), sebagai bagian dari proses pendataan yang sedang berjalan.

‎‎“Sudah kita siapkan bahan-bahan dan perlengkapan untuk memproses data,” ujar Iskandar saat memberikan arahan pada Apel Mulai Bekerja di Plaza Balai Kota Bandung, Senin 5 Oktober 2026.


‎‎Menurut Iskandar, kegiatan pendataan dan verifikasi sebelumnya juga telah mulai dilaksanakan. Seluruh perangkat daerah dan unsur kewilayahan diminta melakukan pemantauan agar proses tersebut berjalan sesuai target.

‎‎Ia menyebutkan, dari sekitar 800 ribu kepala keluarga (KK) yang menjadi sasaran pendataan dalam tahapan ini, Pemkot Bandung menargetkan sebanyak 400 ribu KK dapat diverifikasi hingga akhir 2026.

‎‎Iskandar menginstruksikan seluruh jajaran agar serius dalam melaksanakan pendataan dan verifikasi. Pasalnya, hasil verifikasi tersebut nantinya menjadi salah satu basis data untuk mendukung berbagai program pemerintah, termasuk pelayanan kesehatan dan program perlindungan sosial.

‎‎“Data verifikasi ini akan digunakan sebagai data untuk beberapa kegiatan, baik untuk pelayanan kesehatan maupun program lainnya. Maka saya harap kegiatan ini dilakukan dengan sungguh-sungguh,” katanya.

‎‎Ia mengakui masih terdapat data masyarakat yang belum terdata maupun belum terinput. Karena itu, proses pendataan dan verifikasi membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari perangkat daerah hingga unsur kewilayahan.

‎‎Sebelumnya, dalam rapat koordinasi Digitalisasi Perlinsos dan Implementasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) pada 29 September 2026, Pemkot Bandung menargetkan 435.416 KK atau sekitar 50 persen dari total 870.832 KK dapat terdaftar melalui program Perlinsos hingga Desember 2026.


‎‎Pendataan tersebut diharapkan dapat memperkuat kualitas basis data kependudukan dan sosial, sehingga berbagai program pemerintah dapat diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....