Tim SAR Gabungan Temukan Seluruh Korban Kecelakaan Kapal Nelayan di Tasikmalaya
- 03 Okt 2026 20:25 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Tasikmalaya.- Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung resmi menutup Operasi SAR terhadap kecelakaan kapal nelayan terbalik di Perairan Pamoekan, Desa Sindangkerta, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu 3 Oktober 2026. Operasi SAR ditutup, setelah tim menemukan dan mengevakuasi dua orang nelayan yang menjadi korban kecelakaan kapal terbalik dalam keadaan meninggal dunia.
Sebelumnya, pada Sabtu sore Tim SAR Gabungan menerima informasi dari masyarakat mengenai penemuan salah satu korban sejauh kurang lebih 18 kilometer ke arah timur dari lokasi kejadian. Korban ditemukan pada koordinat 7°44’15.1”S 107°54’31.2”E.
Tim SAR Gabungan kemudian bergerak menuju lokasi dan tiba pada pukul 16.37 WIB. Pada pukul 17.40 WIB, korban berhasil dievakuasi dan selanjutnya dibawa ke Puskesmas Cipatujah untuk proses identifikasi. Pada pukul 17.45 WIB, korban berhasil teridentifikasi atas nama Ending (58), laki-laki, nelayan, yang merupakan salah satu korban dalam pencarian.
Selanjutnya, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka.
Dengan telah ditemukannya seluruh korban dalam operasi pencarian, Operasi SAR dinyatakan ditutup. Selanjutnya, seluruh unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung Ade Dian Permana mengapresiasi kepada seluruh unsur SAR gabungan dan masyarakat yang telah mendukung pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan hingga seluruh korban berhasil ditemukan. “Dengan ditemukannya seluruh korban, Operasi SAR resmi diusulkan untuk ditutup. Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan dan masyarakat yang telah bersama-sama mendukung pelaksanaan operasi ini,” ujar Ade Dian, melalui keterangan yang diterima RRI, Sabtu 3 Oktober 2026.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para nelayan, untuk senantiasa memperhatikan kondisi cuaca dan keselamatan saat melakukan aktivitas di perairan. Termasuk, menggunakan perlengkapan keselamatan sesuai standar.
Sementara sebelumnya tiga nelayan pencari ikan mengalami kecelakaan laut usai kapal yang ditumpangi dihantam gelombang tinggi pada 29 September 2026. Tiga nelayan tersebut adalah Ending (58), Weli (48), dan Budi (30). Ending dan Weli ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, sementara Budi berhasil selamat pada saat kejadian.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....