Transfer Pusat Turun 600 Miliar, Pemkot Tunda Sejumlah Proyek Infrastruktur
- 03 Okt 2026 12:56 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota Bandung melakukan penyesuaian dan realokasi anggaran menyusul penurunan transfer dana dari pemerintah pusat sebesar sekitar Rp600 miliar.
Wali Kota Bandung M Farhan mengatakan, pemerintah sebelumnya berharap kekurangan tersebut dapat ditutupi melalui Dana Bagi Hasil (DBH) yang diperkirakan mencapai sekitar Rp190 miliar. Namun, realisasi DBH yang diterima hanya sekitar Rp9 miliar.
"Realokasinya berupa penundaan beberapa proyek infrastruktur ke tahun 2027, serta penambahan anggaran untuk pengelolaan sampah. Mengapa, Karena masalah sampah bisa terjadi kapan saja," ujar M Farhan, Sabtu 3 Oktober 2026.
Menurut Farhan, kondisi cuaca ekstrem yang terjadi di sejumlah daerah menjadi salah satu pertimbangan pemerintah dalam memperkuat anggaran pengelolaan sampah. Ia mencontohkan kondisi di Solo dan Semarang yang sempat menghadapi persoalan kebakaran di tempat pembuangan akhir (TPA).
"Melihat kondisi cuaca saat ini, contohnya di Solo dan Semarang, TPA terbakar. Kami harus siap menghadapi dampak perubahan iklim tersebut," katanya.
Farhan menyebut, setelah dilakukan berbagai penyesuaian, masih terdapat defisit anggaran sekitar Rp200 miliar. Namun, kekurangan tersebut telah ditutup menggunakan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) atau sisa anggaran tahun sebelumnya.
"Memang tersisa defisit sekitar Rp200 miliar, namun alhamdulillah sudah tertutup oleh SiLPA atau sisa anggaran tahun lalu," ujarnya.
Sementara itu, sejumlah pekerjaan infrastruktur, termasuk perbaikan trotoar, terpaksa ditunda hingga 2027. Meski demikian, proyek yang saat ini sudah berjalan tetap dilanjutkan.
"Beberapa pekerjaan perbaikan trotoar ditunda ke 2027. Yang sudah berjalan tetap dilaksanakan," kata Farhan.
Ia menambahkan, beberapa proyek yang sebelumnya direncanakan untuk dipercepat pelaksanaannya juga harus ditunda sebagai bagian dari penyesuaian anggaran.
"Hanya saja beberapa titik yang direncanakan dipercepat pelaksanaannya, terpaksa kami tunda dulu," tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....