Tutup 40 Tahun Pengabdian Dengan Maaf, Asep Nuroni Serahkan Buku Memori ke Kang Rona
- 02 Okt 2026 13:04 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Subang - Aula Pemda Subang, Kamis 1 Oktober 2026, suasananya tidak seperti rapat biasa. Tidak ada laporan target, yang ada adalah pelukan, tepuk tangan panjang, dan suara yang sedikit bergetar.
Asep Nuroni, yang akrab disapa Kang Asep, berdiri untuk terakhir kalinya sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Subang. Setelah 40 tahun menjadi ASN di Subang, hari ini ia resmi pamit. Purna tugas per 1 Oktober 2026.
Di hadapan Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, atau Kang Rey, Sekda baru Rona Mairansyah, dan Ketua DWP Kabupaten Subang, Kang Asep tidak bicara soal prestasi. Ia bicara soal manusia.
"Apabila ada kata, tingkah laku, ucapan dan kebijakan yang tidak bisa diterima masyarakat, saya sampaikan permohonan maaf," ucap Asep Nuroni.
Kalimat itu yang membuat aula terdiam. Setelah 40 tahun perjalanan yang ia akui tidak mudah, ia memilih menutupnya dengan kerendahan hati. Baginya, 40 tahun itu adalah, tentang kebersamaan, tentang bagaimana pelayanan publik harus tetap jadi prioritas di atas segalanya.
"Terima kasih telah memberikan ruang pengabdian yang luas kepada saya. Saya pamit dari jabatan kedinasan sebagai Sekda Subang, izin kami akan beralih ke pengabdian di ruang lain," tuturnya.
Momen paling simbolik terjadi setelah itu. Penyerahan buku memori. Sebuah buku yang bukan sekadar laporan, tapi catatan 40 tahun pengalaman, jatuh bangun birokrasi Subang, dari tangan Kang Asep kepada Kang Rona Mairansyah, Sekda baru yang baru beberapa jam dilantik di halaman kantor bupati.
Kang Rona menerima buku itu dengan sadar, bebannya berat. Ia tahu, integritas di depan pimpinan dan di depan masyarakat, jauh lebih berat ujiannya.
"Bukti integritas kepada pimpinan, kepada masyarakat jauh lebih berat. Bahwa integritas, loyalitas, tegak lurus itu nomor satu. Itu semua menjadi satu kesatuan, satu sistem, satu tujuan serta satu outcome," ungkap Kang Rona.
Kang Rona tidak janji muluk-muluk. Ia hanya minta satu hal, dukungan dan sinergi dari semua stakeholder, agar ia bisa mengorkestrasi kebijakan Subang Ngabret, yang digagas Kang Rey dan Kang Akur, agar benar-benar terlaksana sampai ke desa.
Bupati Subang Kang Rey yang menyaksikan langsung prosesi itu pun, menitipkan pesan singkat, tapi jelas. Sekda baru harus bergerak cepat.
"Tetap bisa menjaga integritas, dan bisa bergerak cepat, sesuai dengan kebutuhan kita, serta bisa melayani masyarakat Kabupaten Subang dengan maksimal. Tugasnya mengorkestrasikan setiap OPD, bisa saling terkoneksi, bagaimana kebijakan pimpinan dengan para camat, para kepala OPD bisa betul-betul nyambung," tegas Kang Rey.
Siang itu, di Aula Pemda Subang, satu babak 40 tahun ditutup dengan maaf, dan satu babak baru dibuka dengan buku memori.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....