Kejari Cimahi Tanamkan Nilai Antikorupsi kepada Pelajar SMK Mohamad Toha

  • 01 Okt 2026 22:19 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Cimahi - Kejaksaan Negeri Cimahi mengajak siswa SMK Mohamad Toha Kota Cimahi membangun karakter antikorupsi sejak bangku sekolah melalui Kampanye Anti Korupsi. Kegiatan tersebut menekankan pentingnya kejujuran, tanggung jawab, disiplin, kepedulian, serta keberanian menolak tindakan yang bertentangan dengan aturan.

Kampanye tersebut menjadi bagian dari upaya mengenalkan pendidikan antikorupsi kepada generasi muda melalui pendekatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Para pelajar tidak hanya diberikan pemahaman mengenai korupsi dan dampaknya, tetapi juga diajak menghubungkannya dengan nilai-nilai Pancasila.

Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Cimahi Fajrian Yustiardi, S.H., M.H., hadir dalam kegiatan bersama Kepala Bidang Idwasbang Bakesbangpol Kota Cimahi Wahyana Meliamsyah, S.IP., M.IP. Kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala SMK Mohamad Toha Fanji Ahmad Nurbani, S.E., M.M., serta para siswa dan siswi sekolah tersebut.

Fajrian menekankan bahwa pembentukan karakter berintegritas perlu dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan pelajar dalam kehidupan sehari-hari.

"Perilaku antikorupsi dapat dimulai dari hal-hal sederhana seperti bersikap jujur, bertanggung jawab terhadap tugas, menaati aturan, dan tidak mengambil hak orang lain." ujar Fajrian dalam keterangannya, Rabu 30 September 2026.

Para siswa kemudian diajak memahami bahwa integritas bukan sekadar pengetahuan mengenai aturan maupun ancaman hukuman. Integritas juga tercermin dari keberanian mengambil keputusan yang benar ketika menghadapi berbagai pilihan di lingkungan sekolah maupun pergaulan.

Nilai-nilai Pancasila menjadi salah satu landasan yang ditekankan dalam kegiatan tersebut untuk memperkuat pembentukan karakter siswa. Kejujuran, tanggung jawab, kepedulian, kedisiplinan, dan sikap menghormati hak orang lain dinilai perlu dibiasakan sejak usia sekolah.

Kegiatan pendidikan antikorupsi juga diarahkan untuk membangun kesadaran bahwa tindakan kecil dapat membentuk karakter seseorang dalam jangka panjang. Kebiasaan berkata jujur, menyelesaikan tugas dengan tanggung jawab, mematuhi ketentuan, serta menolak tindakan tidak benar menjadi contoh penerapan integritas di lingkungan sekolah.

Kepala SMK Mohamad Toha Fanji Ahmad Nurbani menyambut kegiatan tersebut sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter bagi para peserta didik. Menurutnya, pembentukan karakter perlu berjalan seiring dengan pendidikan akademik agar siswa memiliki bekal ketika memasuki lingkungan masyarakat dan dunia kerja.

"Penguatan karakter dan integritas menjadi bagian penting dalam mempersiapkan siswa agar mampu bertanggung jawab terhadap setiap tindakan yang mereka lakukan." ucapnya.

Melalui Kampanye Anti Korupsi, Kejaksaan Negeri Cimahi berharap pemahaman mengenai antikorupsi tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi. Nilai tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam kebiasaan sehari-hari sehingga tumbuh menjadi karakter yang melekat pada diri para pelajar.

Pendidikan antikorupsi di lingkungan sekolah juga diharapkan mampu menciptakan generasi muda yang memahami pentingnya menjaga kepercayaan dan menghormati hak orang lain. Dengan karakter tersebut, pelajar diharapkan mampu berkontribusi menciptakan lingkungan sekolah dan masyarakat yang lebih tertib, bertanggung jawab, dan berintegritas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....