BAZNAS Kota Bandung Salurkan Bantuan 2,032 Miliar untuk Korban Gempa NTT
- 01 Okt 2026 18:13 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota Bandung melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bandung menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai sekitar Rp2,032 miliar untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bantuan tersebut dihimpun dari berbagai unsur masyarakat Kota Bandung, di antaranya Aparatur Sipil Negara (ASN), warga Kota Bandung, serta Bank BJB. Seluruh bantuan kemudian dititipkan melalui BAZNAS RI untuk disalurkan sesuai hasil asesmen kebutuhan masyarakat di lokasi bencana.
Ketua BAZNAS Kota Bandung, Momon Ahmad Imron Sutisna, mengatakan bantuan yang disalurkan mencakup sejumlah kebutuhan masyarakat terdampak gempa, khususnya di wilayah Kabupaten Manggarai Timur.
"Bantuan yang diserahkan meliputi biaya dan sarana pendidikan bagi anak-anak yang masih bersekolah, pendirian masjid, penyediaan hunian sementara, serta kebutuhan hidup berupa sembako," ujar Momon, kamis 1 Oktober 2026.
Ia menjelaskan, bantuan yang dihimpun BAZNAS Kota Bandung tersebut dikelola dan disalurkan oleh BAZNAS RI. Penyaluran dilakukan berdasarkan hasil penilaian kebutuhan di lokasi terdampak bencana.
"Pelaksanaan penyaluran bantuan di lokasi dikelola sepenuhnya oleh BAZNAS RI. Hari ini kami menyerahkan dan melihat langsung bantuan dalam bentuk fisik yang telah disiapkan oleh BAZNAS RI," katanya.
Momon menyebut, dana bantuan yang dititipkan kepada BAZNAS RI mencapai kurang lebih Rp2,032 miliar. Bantuan tersebut dialokasikan untuk sejumlah program dan tidak hanya dipusatkan di satu lokasi, meskipun sebagian besar penyaluran dilakukan di Kampung Waso.
Rincian program bantuan telah disampaikan oleh Direktur Pendistribusian BAZNAS RI dan pelaksanaannya dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan masyarakat.
"Semoga bantuan dari warga Kota Bandung dapat bermanfaat, khususnya bagi warga Kabupaten Manggarai Timur. Mengingat kebutuhan di sana masih sangat besar, kami berharap kepedulian warga Kota Bandung dapat terus berlanjut," ujarnya.
Sementara itu, Direktur Pendistribusian BAZNAS RI, H. Ahmad Fikri, mengatakan pihaknya bersama BAZNAS Kota Bandung, Pemerintah Kota Bandung, dan Bank BJB menyerahkan sejumlah program bantuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak gempa.
Bantuan tersebut antara lain berupa masjid darurat, hunian sementara, paket logistik keluarga berupa sembako, serta perlengkapan sekolah.
"Wilayah ini memang sangat membutuhkan, karena terlihat langsung banyak reruntuhan dan puing-puing bangunan akibat gempa," kata Ahmad Fikri.
Menurutnya, penanganan pascagempa saat ini telah memasuki fase pemulihan awal atau early recovery. Sebelumnya, penanganan difokuskan pada fase tanggap darurat, seperti layanan kesehatan, dapur umum, serta pemenuhan kebutuhan mandi, cuci, kakus (MCK).
Memasuki masa pemulihan awal, kebutuhan masyarakat mulai bergeser pada penyediaan hunian sementara dan pembangunan fasilitas umum darurat. Termasuk ruang kelas bagi sekolah yang mengalami kerusakan serta masjid darurat untuk menggantikan tempat ibadah yang rusak.
"Yang dibutuhkan saat ini adalah hunian sementara, bangunan fisik darurat seperti ruang kelas bagi sekolah yang hancur, dan masjid darurat bagi tempat ibadah yang rusak agar masyarakat tetap dapat beraktivitas seperti biasa," katanya.
Selain pembangunan fasilitas darurat, BAZNAS RI juga terus menyalurkan paket logistik keluarga. Bantuan tersebut dinilai masih dibutuhkan karena kondisi ekonomi masyarakat belum sepenuhnya pulih.
"Warga masih fokus membangun kembali rumah dan memenuhi kebutuhan sekolah anak. Layanan kesehatan juga tetap berjalan, mengingat warga masih tinggal di tenda darurat dan kondisi fisik mereka cukup terganggu," ujarnya.
Ahmad Fikri menambahkan, BAZNAS RI masih membuka dukungan dan pendampingan bagi masyarakat terdampak. Pendampingan diperkirakan akan berlangsung selama enam bulan hingga satu tahun ke depan, menyesuaikan proses pemulihan masyarakat.
"Kami memperkirakan dalam enam bulan hingga satu tahun ke depan masih perlu mendampingi mereka agar bisa pulih dan beraktivitas kembali seperti semula," tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....