Bukan Sirine, Rasa Aman Warga Karanganyar Tumbuh Dari Subuhan Bareng Kapolres
- 01 Okt 2026 12:03 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Subang - Embun subuh masih menyelimuti Gang Tengah Kelurahan Karanganyar, saat warga berbondong menuju Masjid Jami Darussalam, Kamis 1 Oktober 2026. Di antara dinginnya pagi, kehadiran polisi berseragam lengkap, justru membuat suasana terasa hangat.
"Kami sengaja datang subuh-subuh, karena ingin merasakan apa yang warga rasakan," ujar Kapolres Subang AKBP Andi Purwanto.
Kapolres Subang AKBP Andi Purwanto, tampak duduk di shaf bersama warga tanpa sekat. Ia datang bukan untuk inspeksi, melainkan untuk beribadah dan mendengarkan.
"Tidak ada jarak di atas sajadah, semua sama di hadapan Allah, ini cara kami merawat silaturahmi," katanya.
Program Subuh Nguriling Dinten Kemis atau Suling Amis, menjadi jembatan silaturahmi yang sengaja dirawat Polres Subang. Dari masjid ke masjid, polisi hadir di waktu paling tenang, untuk menyapa masyarakat.
"Suling Amis ini bukan sekadar program, tapi ikhtiar kami untuk terus dekat dengan masyarakat," ucapnya AKBP Andi.
Usai Sholat Subuh berjamaah, obrolan mengalir di teras masjid dengan penuh keakraban. Warga tak segan menyampaikan cerita tentang lingkungan, sementara polisi menyerapnya sebagai bekal menjaga kamtibmas.
"Keamanan tidak bisa hanya dijaga polisi, butuh cerita dan peran dari warga," ujarnya.
Suling Amis mengajarkan bahwa menjaga Subang tetap kondusif, bisa dimulai dari hal sederhana. Yaitu dengan hadir, duduk bersama, dan saling menjaga di setiap subuh.
"Kalau subuhnya saja sudah bersama, In Syaa Allah Subang akan tetap aman dan nyaman," tandas Andi.
Bagi warga Karanganyar, kehadiran Kapolres bersama jajaran, menjadi bukti polisi tak jauh dari rakyat. Rasa aman itu tumbuh bukan dari sirine, melainkan dari kedekatan di atas sajadah.
"Saat polisi duduk bersama kami di masjid, rasanya Subang ini benar-benar milik bersama," kata salah satu jemaah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....