Kemendikdasmen Perkuat Pendidikan Pancasila melalui Pembelajaran Mendalam

  • 30 Sep 2026 19:33 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat pendidikan Pancasila sebagai pilar pembentukan karakter dan kepribadian peserta didik. Sejalan dengan hal tersebut, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa penguatan pendidikan Pancasila dilakukan tidak hanya melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga melalui budaya sekolah, kegiatan ekstrakurikuler, pembiasaan, serta pengalaman nyata peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam Seminar Lokakarya Akademik yang mengangkat tema “Pancasila Sebagai Falsafah dan Dasar Negara: Penguatan Pendidikan Pancasila dalam Sistem Pendidikan Nasional”, Menteri Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa pendidikan Pancasila perlu dipahami secara utuh melalui tiga aspek, yaitu pengetahuan mengenai Pancasila, pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan nyata, dan internalisasi Pancasila sebagai kepribadian bangsa Indonesia.

“Kita ingin perkuat lagi hidden curriculum. Jadi, kami sekarang ada kebijakan deep learning, pembelajaran mendalam yang kita berusaha untuk bagaimana konteks dan implementasi dari mata pelajaran itu menjadi lebih kuat lagi,” ucap Mendikdasmen di Bandung, Jawa Barat, Rabu 30 september 2026.

Melalui pendekatan tersebut, sekolah diharapkan menjadi ruang yang memberikan pengalaman nyata kepada peserta didik untuk mempraktikkan nilai-nilai Pancasila. Interaksi guru dan murid, hubungan antar peserta didik, serta berbagai kegiatan sekolah menjadi bagian penting dalam membangun budaya yang mencerminkan kehidupan kebangsaan.

Selain pembelajaran, penguatan nasionalisme dilakukan melalui kegiatan ekstrakurikuler dan pembiasaan. Pramuka menjadi salah satu sarana penguatan karakter, sementara berbagai pilihan ekstrakurikuler juga dapat memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan keterampilan di luar pembelajaran formal.

“Kami punya prinsip bahwa pilihan ekstrakurikuler itu perlu kita perbanyak bagi. Para murid dapat memiliki keterampilan, memiliki kemampuan di luar mata pelajaran yang diajarkan di pelajaran formal,” ucapnya.

Penguatan tersebut menjadi semakin penting karena nilai Pancasila perlu diwujudkan dalam perilaku sehari-hari. Kecintaan terhadap Indonesia, misalnya, perlu tercermin dalam kepedulian terhadap lingkungan, penghormatan terhadap keberagaman, kemampuan hidup bersama, serta sikap yang mencerminkan persatuan.

“Sikap-sikap seperti ini akan bisa ditumbuhkan kalau murid memiliki banyak pengalaman dalam lembaga pendidikan yang banyak mengamalkan nilai-nilai Pancasila,” lanjut Mendikdasmen.

Dengan penguatan pembelajaran, budaya sekolah, keteladanan, pembiasaan, serta kegiatan kolaboratif, pendidikan Pancasila diharapkan semakin bermakna bagi peserta didik. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk membentuk generasi Indonesia yang berkarakter, menghargai keberagaman, mencintai tanah air, dan siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....