Dinsos Bandung Targetkan 435.416 KK Cek dan Validasi Status Desil hingga Desember
- 30 Sep 2026 12:16 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bandung menargetkan sebanyak 435.416 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 50 persen dari total penduduk Kota Bandung untuk melakukan pengecekan dan validasi status desil melalui program perlindungan sosial.
Kepala Dinsos Kota Bandung, Yorisa Sativa, mengatakan jumlah penduduk Kota Bandung mencapai sekitar 2,6 juta jiwa atau sekitar 870.000 KK. Pendataan dalam program tersebut difokuskan pada kepala keluarga.
"Target sampai bulan Desember sasaran kita adalah 435.416 KK. Ini tidak hanya bagi penerima bansos saja, tetapi seluruh warga Kota Bandung, untuk memastikan status desil masing-masing warga sudah tepat," ujar Yorisa, Rabu 30 September 2026.
Menurutnya, program tersebut merupakan program pemerintah pusat yang mulai diuji coba pada September hingga Desember 2026. Kota Bandung menjadi salah satu daerah yang ditetapkan sebagai lokus pelaksanaan program perlindungan sosial tersebut.
Yorisa menjelaskan, selama ini masih banyak warga yang belum mengetahui maupun mengecek status desilnya. Padahal, setiap warga yang memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) di Kota Bandung telah memiliki status desil berdasarkan data sosial ekonomi.
"Warga tidak akan tahu berada di desil berapa kalau tidak mengeceknya sendiri. Melalui program ini, warga bisa mengetahui posisi desilnya, baik yang masuk desil 1 sampai 5 maupun desil 6 ke atas," katanya.
Ia mengutarakan, aplikasi Perlintos akan menampilkan status desil masing-masing warga. Apabila data yang muncul telah sesuai dengan kondisi sebenarnya, warga tidak perlu melakukan perubahan. Namun, apabila terdapat ketidaksesuaian, masyarakat dapat mengajukan sanggah melalui sistem yang tersedia untuk diteruskan ke pemerintah pusat.
Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, Dinsos Kota Bandung tengah menyiapkan sekitar 2.500 agen pendamping. Para agen tersebut akan membantu masyarakat dalam proses pengecekan data hingga pengajuan sanggah apabila ditemukan ketidaksesuaian.
"Kelebihan aplikasi ini prosesnya cepat dan didampingi agen. Saat ini kita menyiapkan sekitar 2.500 agen yang akan mendampingi sekitar 435 ribu KK sasaran. Hasilnya langsung terlihat dan jika tidak sesuai, proses sanggah bisa langsung dilakukan," katanya.
Namun, Yorisa menegaskan bahwa status desil rendah tidak serta-merta membuat warga otomatis menerima bantuan sosial (bansos).
"Perlu dijelaskan, jika hasilnya menunjukkan desil 1 sampai 4, itu bukan berarti langsung otomatis mendapat bansos," tegasnya.
Menurutnya, pemberian bansos tetap memiliki tahapan, kriteria, serta kuota yang ditetapkan pemerintah pusat. Dengan demikian, warga yang berada pada desil 4 ke bawah belum tentu langsung menerima bansos meskipun secara sosial ekonomi masuk dalam kategori layak.
"Jadi, meskipun statusnya layak, belum tentu langsung mendapatkannya. Namun desil 1 sampai 4 sudah masuk kategori layak secara sosial ekonomi dan bisa diusulkan untuk menerima bansos di kemudian hari," ucapnya.
Yorisa mengatakan, pemutakhiran data tersebut juga bertujuan memastikan bantuan sosial dapat diberikan kepada warga yang benar-benar membutuhkan. Ketika kondisi sosial ekonomi penerima membaik dan status desilnya meningkat, kuota penerima bansos dapat dialihkan kepada warga lain yang memenuhi kriteria tetapi belum mendapatkan bantuan.
"Tujuannya agar warga dengan desil rendah bisa naik ke desil yang lebih tinggi. Ketika mereka naik, kuota yang tersisa akan diisi oleh warga lain yang belum mendapat bansos. Mekanismenya demikian. Jumlah warga yang layak dan yang benar-benar menerima bansos memang cukup jauh berbeda," tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....