Warga Keluhkan Pengurangan Takaran Beras Bantuan Pangan
- 30 Sep 2026 12:12 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Garut - Kasus pengurangan takaran terhadap komoditi beras bantuan pangan untuk warga yang disalurkan oleh perum Cabang Bulog Ciamis diwilayah Kabupaten Garut. Sejumlah warga mengaku menemukan karung beras bantuan yang kondisinya terdapat lubang kecil seperti bekas tusukan, sementara berat beras di dalamnya disebut kurang dari ketentuan 10 kilogram.
Sorotan terhadap kondisi beras Banpang sebelumnya ramai di media sosial setelah sebuah video warga beredar dan menyita perhatian publik. Dalam video tersebut, seorang warga yang diketahui bernama Agus Ramdhani, warga Desa Tipar, Kecamatan Cikelet, memperlihatkan karung beras bantuan berukuran 10 kilogram dengan logo Bulog dan tulisan "Bantuan Pangan - Beras Medium".
Ia menyampaikan, bantuan pangan merupakan program pemerintah yang ditujukan untuk membantu masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan. Karena itu, ia menilai bantuan tersebut semestinya diterima masyarakat dalam kondisi dan jumlah sesuai ketentuan.
Dalam video itu, Ia kemudian berniat menimbang ulang beras yang baru diterimanya dari desa. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan berat beras yang diterimanya sesuai dengan keterangan yang tercantum pada kemasan.
Namun, sebelum melakukan penimbangan, warga tersebut menemukan kejanggalan pada karung. Di bagian tengah karung terlihat sebuah lubang kecil yang diduga merupakan bekas tusukan atau coblosan.
"Mau nyobain kilo beras pemberian dari desa, beratnya 10 kg ini teh katanya, sekarang saya kilo. Tapi tengah-tengahnya ada bekas lubang," katanya, di Garut, 30 Setember 2026.
Kecurigaan itu kemudian berlanjut ketika karung beras diletakkan di atas timbangan digital. Dalam rekaman tersebut, tidak ada karung yang menunjukkan berat genap 10 kilogram. Karung pertama dalam video tercatat memiliki berat sekitar 8,7 kilogram. Sementara karung kedua menunjukkan angka sekitar 8,4 kilogram.
Ia mengatakan, kondisi semacam itu tentu menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat. Terlebih, apabila pengurangan isi beras tersebut terjadi akibat ulah oknum yang sengaja mengambil sebagian bantuan sebelum sampai kepada penerima.
Ia pun berharap penyaluran Banpang dapat diawasi secara ketat mulai dari proses pengiriman hingga diterima masyarakat. Menurutnya, bantuan untuk masyarakat miskin seharusnya tidak menjadi celah bagi pihak tertentu untuk mengambil keuntungan.
Keluhan serupa juga disampaikan warga Kecamatan Karangpawitan, Nugraha. Ia mengaku pernah menerima bantuan pangan berupa beras yang menurutnya memiliki berat kurang dari 10 kilogram dan terdapat bekas coblosan pada bagian tengah karung. "Ada bekas coblosan juga di bagian tengahnya dan kiloannya kurang dari 10 kilogram," ujarnya.
Nugraha mengaku tidak mengetahui dari mana asal lubang pada karung tersebut. Ia memilih tidak melaporkan kondisi itu karena khawatir harus berurusan panjang dengan berbagai pihak.
"Kalau dilaporkan males ribet, nanti ditanya ini itu. Biasanya kalau ada kondisi begini hanya langsung diganti saja, dan setelahnya seperti tidak ada perbaikan apapun," katanya.
Menanggapi hal itu, Pimpinan Cabang (Pinca) Perum Bulog Ciamis, Johan Wahyudi, dengan tegas membantah adanya penyusutan kuantitas beras Banpang. Berdasarkan hasil pengecekan lapangan yang dilakukannya tidak ditemukan beras Banpang yang mengalami pengurangan berat.
Ia mengaku dalam beberapa hari terakhir melakukan pengecekan penyaluran Banpang dari wilayah Garut Utara hingga Garut Selatan. "Saya kemarin baru juga muter-muter ngecek Banpang ke Garut Utara dan Selatan, dan sebelum-sebelumnya juga sering di Garut. Bahwa hasil pengecekan saya langsung, tidak ada beras dalam karung itu yang berkurang," tuturnya.
Terkait adanya karung yang ditemukan dalam kondisi berlubang, Johan mengatakan hingga saat ini pihak Bulog belum menerima keluhan dari pihak desa. Ia meminta apabila ditemukan kondisi beras yang tidak sesuai agar segera dila
[30/9 10.17] Aef Hendi: dilaporkan sehingga dapat ditindaklanjuti dan, jika diperlukan, dilakukan penggantian.
Johan juga mengaku belum mengetahui kebenaran video yang beredar tersebut. Ia mengatakan fokus Bulog saat ini adalah memastikan penyaluran Banpang kepada masyarakat Garut berjalan sesuai ketentuan, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas. Menurutnya, setiap temuan di lapangan sebaiknya disampaikan secara langsung kepada tim Bulog agar dapat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....