Dampak Kemarau Panjang, Harga Kepokmas di Subang Alami Fluktuasi
- 22 Sep 2026 16:22 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Subang – Dampak kemarau panjang 2026, berimbas pada fluktuasi harga sejumlah komoditas kebutuhan pokok masyarakat di Kabupaten Subang, seperti sayur-mayur, telur ayam, daging ayam, dan beras. Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Kabupaten Subang Mochammad Irwan kepada RRI di Subang, Selasa 22 September 2026.
Menurut Irwan, kenaikan harga kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) tersebut, membuat daya beli masyarakat menurun. Kondisi itu, berpotensi memicu inflasi daerah. "Selain membuat harga naik, juga membuat daya beli masyarakat menurun, akibat naiknya harga kepokmas, yang tentunya mengakibatkan inflasi daerah," ujar Irwan.
Ia menyebut, kenaikan harga kepokmas, biasanya terjadi saat hari raya keagamaan. Namun saat kemarau panjang, kenaikan juga terjadi pada komoditas sayur-mayur akibat petani gagal panen.
"Akibat ketersediaan terbatas, sementara permintaan pasar tinggi, harga sayur-mayur melonjak naik," ungkapnya.
Berdasarkan pantauan di sejumlah pasar tradisional dan pasar modern di Kabupaten Subang, harga telur dan daging ayam sempat turun, namun belakangan kembali stabil. "Harga telur dan daging ayam sempat turun, namun belakangan ini sudah kembali stabil," katanya.
Sedangkan yang hingga kini masih bertahan naik adalah, harga kacang kedelai. Hal itu karena kedelai merupakan komoditas impor, sehingga terpengaruh melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika, akibat perang Iran-Israel dan Amerika.
Untuk daging ayam, jika mengacu Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp40.000 per kilogram, kini naik menjadi Rp42.000 per kilogram. Sementara beras yang sebelumnya Rp74.000 per 5 kilogram, kini naik menjadi Rp80.000 per 5 kilogram.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....