Ngatiyana Resmi Pimpin Golkar Cimahi, Konsolidasi Organisasi Jadi Agenda Baru
- 21 Sep 2026 20:27 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Cimahi - Wali Kota Cimahi Ngatiyana resmi dipercaya memimpin DPD Partai Golkar Kota Cimahi periode 2026-2030 setelah terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar, Senin 21 September 2026. Penetapan tersebut menjadi babak baru dalam perjalanan politik Ngatiyana sekaligus membuka agenda konsolidasi organisasi di tingkat daerah.
Ngatiyana menyebut jabatan tersebut bukan sekadar posisi dalam struktur partai, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Ia menegaskan pengalaman sebagai prajurit menjadi salah satu landasan dalam menjalankan setiap tugas yang dipercayakan kepadanya.
“Saya dibesarkan sebagai prajurit, sehingga ketika mendapatkan amanah, yang utama bagi saya adalah melaksanakan tanggung jawab dengan disiplin, loyalitas, dan tetap berada dalam koridor aturan.” ujar Ngatiyana.
Menurut Ngatiyana, mekanisme organisasi dan keputusan partai harus dihormati sebagai bagian dari proses demokrasi internal. Namun, ia menekankan loyalitas politik maupun pemerintahan tetap perlu ditempatkan secara proporsional sesuai konstitusi dan peraturan perundang-undangan.
Pergantian posisi politik tersebut juga menempatkan Ngatiyana pada dua ruang pengabdian yang berbeda, yakni sebagai kepala daerah dan pimpinan partai politik. Ia menyatakan kedua peran tersebut harus dijalankan sesuai kewenangan masing-masing tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat.
Sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Cimahi, Ngatiyana meminta kader tidak menjadikan partai hanya aktif ketika memasuki momentum politik. Menurutnya, keberadaan kader harus lebih banyak dirasakan masyarakat melalui kerja nyata dan keterlibatan langsung di lingkungan warga.
“Saya mengajak seluruh kader Golkar Cimahi turun ke masyarakat, mendengarkan keluhan, memahami kebutuhan, dan hadir dengan solusi.” ucapnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kekuatan organisasi politik tidak hanya ditentukan oleh struktur kepengurusan, tetapi juga kualitas kader dan kedekatannya dengan masyarakat. Karena itu, konsolidasi internal akan diarahkan untuk membangun organisasi yang terbuka, modern, serta mampu mengikuti perkembangan masyarakat.
Musda Partai Golkar Kota Cimahi berlangsung pada 21 September 2026 dan menghasilkan Ngatiyana sebagai ketua untuk masa bakti 2026-2030. Proses penetapan tersebut berlangsung relatif singkat setelah tahapan penjaringan calon ketua dilakukan dalam waktu sekitar sepekan.
“Kita harus bekerja dengan disiplin, kompak, menghormati perbedaan, dan membangun politik yang memberikan manfaat bagi masyarakat.” jelasnya.
Ngatiyana selanjutnya mengajak seluruh jajaran pengurus dan kader menjadikan hasil Musda sebagai titik awal memperkuat organisasi. Ia berharap Golkar Cimahi dapat membangun komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat tanpa menjadikan perbedaan pilihan politik sebagai penghalang kerja bersama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....