Farhan: Mulai Hujan, Pemkot Bandung Petakan Titik Genangan dan Evaluasi Saluran Air
- 21 Sep 2026 13:51 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota Bandung memetakan sejumlah titik yang berpotensi mengalami genangan setelah hujan mengguyur Kota Bandung dalam dua hari terakhir. Evaluasi akan dilakukan, khususnya terhadap sistem aliran dan saluran air di sejumlah wilayah.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, sejauh ini genangan masih terjadi di beberapa titik, namun kondisinya masih dapat ditangani.
“Memang lumayan. Sampai sejauh ini, kelihatannya genangan memang ada di beberapa titik, tetapi masih bisa kita tangani,” ujar Farhan, Senin 21 September 2026.
Menurutnya, Pemkot Bandung akan melakukan evaluasi berdasarkan kondisi setelah hujan selama dua hari terakhir. Salah satu yang menjadi perhatian adalah perbaikan tali air agar aliran air hujan dapat berjalan lebih optimal.
Farhan mencontohkan kawasan Cicadas yang dinilai berhasil mengatasi persoalan genangan setelah dilakukan perbaikan trotoar melalui kolaborasi dengan pemerintah pusat.
“Alhamdulillah, di Cicadas terutama, yang trotoarnya sudah kita perbaiki bersama dengan pemerintah pusat, itu sudah bagus sekali, jadi tidak ada genangan sama sekali,” katanya.
Meski demikian, sejumlah kawasan di wilayah perbatasan Kota Bandung masih menjadi tantangan. Beberapa di antaranya berada di wilayah timur dan barat, seperti Cimindi, Cibaduyut, dan Derwati.
Farhan juga menegaskan bahwa pembangunan rumah pompa bukan menjadi pilihan utama dalam mengatasi persoalan genangan. Menurutnya, penggunaan pompa harus mempertimbangkan kondisi elevasi dan rekayasa teknis yang kompleks.
“Pompa air itu pilihan terakhir. Karena kalau kita membangun pompa air, bukan berarti sedot terus buang. Kita mesti memikirkan elevasi, mengubah elevasi,” jelasnya.
Ia menyebut pembangunan rumah pompa membutuhkan kajian teknis dan biaya yang besar. Karena itu, Pemkot Bandung lebih mengutamakan rekayasa aliran air agar kapasitas aliran tetap memadai dan tidak mengalami penyempitan.
“Kita akan memperbaiki rekayasa aliran air: bagaimana air tidak menyempit, tetap lega,” ucapnya.
Farhan juga menyoroti kejadian longsor di Jalan Pungkur yang terjadi pekan lalu. Menurutnya, persoalan tersebut berkaitan dengan keberadaan konstruksi kirmir lama dan pembangunan kirmir baru yang kemudian menjadi bagian dari bangunan di atasnya.
Ia menilai kirmir baru tersebut lebih rentan dan ketika mengalami kerusakan dapat menyebabkan bangunan di atasnya ikut roboh.
Karena itu, Farhan mengatakan Pemkot Bandung tidak akan kembali membangun kirmir baru di lokasi tersebut jika justru berpotensi mempersempit ruang aliran sungai.
“Karena itu menyempitkan lahan untuk sungai. Jadi, yang saya minta malah warga agar yang melanggar kirmir lama memotong bangunannya, karena risiko longsornya kembali besar,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....