DKPP Kota Bandung Perkuat Kerja Sama Antar Daerah

  • 19 Sep 2026 17:08 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Kebutuhan pangan di Kota Bandung masih sangat bergantung pada pasokan dari luar daerah. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung mencatat sekitar 94 persen kebutuhan pangan masyarakat didatangkan dari daerah lain.

‎Kepala DKPP Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar, mengatakan ketergantungan tersebut tidak hanya terjadi pada komoditas beras, tetapi juga hampir seluruh jenis pangan segar. Kondisi itu tidak terlepas dari keterbatasan lahan pertanian di wilayah perkotaan.

‎“Iya, memang begitu. Hampir semua kota, termasuk Kota Bandung, kalau bicara lahan ini menjadi sebuah kendala. Makanya kita selalu memperkuat bagaimana supaya kerja sama antardaerah, terutama dengan produsen, kita perkuat, supaya distribusi cepat bisa masuk,” ujar Gin Gin, Sabtu 19 September 2026.

‎Menurutnya, penguatan kerja sama dengan daerah produsen menjadi salah satu strategi untuk menjaga ketersediaan pangan sekaligus memastikan distribusi berjalan lancar. Dengan pasokan yang terjaga, kebutuhan masyarakat Kota Bandung diharapkan dapat terpenuhi meskipun produksi pangan di dalam kota relatif terbatas.

‎Selain memperkuat kerja sama antardaerah, DKPP Kota Bandung juga menghadirkan Gerakan Pangan Murah (GPM) di tingkat kewilayahan. Program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah menyediakan pangan yang mudah diakses masyarakat dengan harga yang relatif murah dan terjangkau.

‎“Dihadirkannya Gerakan Pangan Murah (GPM) di kewilayahan ini menjadi salah satu upaya bagaimana menyediakan pangan yang mudah diakses dengan relatif murah dan terjangkau oleh masyarakat,” katanya.


‎Di sisi lain, DKPP juga mendorong masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan di perkotaan. Salah satunya melalui program Buruan Sae yang mendorong pemanfaatan lahan terbatas untuk menghasilkan berbagai kebutuhan pangan.

‎Gin Gin mengakui produksi dari pemanfaatan pekarangan tersebut masih relatif kecil jika dibandingkan dengan kebutuhan pangan Kota Bandung. Namun, program tersebut dinilai penting untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya ketahanan pangan.

‎“Itu walaupun mungkin dari sisi produksi kecil, tapi dari sisi tingkat kesadaran sudah menumbuhkan kesadaran masyarakat kota akan pentingnya pangan,” ucapnya.

‎Menurut Gin Gin, meningkatnya kesadaran masyarakat juga dapat memengaruhi cara mereka dalam memenuhi kebutuhan pangan. Masyarakat diharapkan dapat lebih bijak dalam mengelola dan membeli pangan sesuai kebutuhan.

‎“Sehingga kalaupun dia harus membeli, mereka akan memperlakukan pangan itu secara bijak,” katanya.

‎Gin Gin menambahkan, meski tingkat ketergantungan pangan dari luar daerah masih tinggi, kondisi tersebut sejauh ini belum mengganggu pengendalian inflasi pangan di Kota Bandung.

‎“Sehingga secara umum di Kota Bandung walaupun ketergantungan tinggi, inflasi relatif masih bisa terkendali dari sisi pangan,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....