Api Tungku Menyambar Bensin Eceran, Ruko di Tasikmalaya Ludes Terbakar

  • 17 Sep 2026 19:29 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Tasikmalaya - Sebuah rumah permanen dua lantai yang difungsikan sekaligus sebagai toko sembako dan warung eceran bensin di Kampung Cisaat II, RT 002 RW 001, Desa Sindangkerta, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, ludes terbakar, Kamis 17 September 2026. Kejadian tersebut diduga dipicu percikan api tugu kayu dapur yang menyambar bensin yang disimpan tidak jauh dari dapur.

Kapolsek Cipatujah Iptu Agus Sukmana membenarkan adanya peristiwa kebakaran tersebut. Berdasarkan keterangan saksi sekaligus pemilik rumah, Hani (58), kejadian bermula saat dirinya hendak menanak nasi di dapur berbahan kayu dan bambu beratap asbes yang menempel di samping bangunan utama.

"Setelah menyalakan api di tungku dapur, korban meninggalkan area dapur sebentar untuk ke kamar mandi. Namun, saat kembali, api ternyata sudah membesar dan menjalar ke area warung," ujar Kapolsek.

Agus mengatakan, di dalam warung berukuran 4x5 meter tersebut, selain menjual barang kebutuhan pokok (sembako) dan peralatan elektronik seperti kulkas, korban juga menjual bensin eceran. "Jarak antara tungku dapur kayu dengan tempat penyimpanan bensin eceran hanya sekitar 1,5 meter. Percikan api dari tungku diduga cepat menyambar bahan bakar tersebut sehingga api langsung membakar bagian dalam warung," kata Agus.

Melihat kobaran api yang kian membesar, korban langsung berteriak meminta pertolongan warga sekitar serta menghubungi Polsek Cipatujah, BPBD Kabupaten Tasikmalaya, dan pemerintah desa setempat. Dua orang warga sekitar yang menjadi saksi mata kejadian, Suraji (52) dan Toto Warsito (49), bersama warga lainnya langsung bahu-membahu memadamkan api menggunakan peralatan seadanya.

Berkat respons cepat warga dan petugas di lapangan, kobaran api berhasil dilokalisasi dan dipadamkan dalam waktu sekitar satu jam. Penanganan yang sigap membuat api tidak sampai menjalar ke bangunan rumah tempat tinggal di sekitarnya.

"Dalam kejadian ini dipastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Namun, kerugian material ditaksir mencapai kurang lebih Rp 200 juta, akibat kerusakan bangunan ruko beserta seluruh isi barang dagangan dan elektronik," ujar Agus.

Pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat agar waspada dan tidak meninggalkan tungku atau kompor dalam keadaan menyala. Terutama jika berada di dekat bahan-bahan yang mudah terbakar seperti bahan bakar minyak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....