Pengabdian Alm. Raja LAK Galuh Pakuan R. M, Evi Silviadi untuk Sunda dan Generasi Muda

  • 17 Sep 2026 12:46 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Subang – Sosok R.M. Evi Silviadi, S.B. bergelar adat Rahyang Mandalajati Evi Silviadi Sangga Buana, dikenang sebagai Raja Lembaga Adat Karatwan Galuh Pakuan, yang mendedikasikan hidup untuk pelestarian budaya Sunda, olahraga, dan pembinaan generasi muda. Ia lahir di Tasikmalaya 4 Juni 1976, dan wafat 11 Agustus 2026.

"Almarhumah adalah sosok raja yang ngawangun peradaban Sunda, hidupnya diabdikan sepenuhnya untuk adat, budaya, dan rakyat," ujar Ratu Agung LAK Galuh Pakuan Ambu Noviyanti Maulani Silviadi kepada RRI di Subang, Kamis 17 September 2026.

Di bawah kepemimpinannya, LAK Galuh Pakuan dibangun" dengan visi Ngawangun Peradaban Sunda Bihari Pakeun Sunda Kiwari, Alaeun Baring Supagi, dan misi Ngamulyakeun nu Hina, Nguatkeun nu Lemah, Minterkeun nu Bodo, Ngabeungharkeun nu Miskin. Lembaga ini, menjadi ruang hidup yang mempertemukan nilai tradisi, dengan kebutuhan masa kini.

"Visi dan misi itu, bukan sekadar slogan, tapi laku hidup beliau, mi indung ka waktu mi bapa ka jaman, budaya harus hidup, dan memberi manfaat," kata Ambu Noviyanti.

R.M. Evi Silviadi juga tercatat, sebagai Ketua Harian dan Wakil Ketua 1 Organisasi PB Muaythai Indonesia 2026-2030, Ketua Umum Pengprov Muaythai Jabar tiga periode, Pengurus KONI Jabar Bidang Binpres, dan Muhtasyar PCNU Subang. Kiprahnya membebaskan Pusaka Kujang dari UU Darurat, serta menggagas Festival Galuh Pakuan Cup 2017-2025, menjadi catatan penting.

"Beliau berhasil membebaskan Kujang dari UU Darurat, dan menjadikan Galuh Pakuan sebagai laboratorium budaya bersama UPI, itu jasa besar bagi Sunda," ungkapnya.

Di bidang olahraga, Muaythai Jabar di bawah binaannya, meraih prestasi di Kejurnas, Liga Nasional, Piala KASAD, Piala Kapolri, Piala Wapres, Piala Presiden, PON hingga tingkat Asia dan internasional. Ia juga menginisiasi Desa Berbasis Rempah 2019, Desa Digital Subang 2019, dan inovasi Muay Aerobik, yang menggabungkan olahraga, seni, dan karakter.

"Muaythai Jabar berprestasi karena beliau, dari desa sampai dunia. Muay Aerobik dan desa rempah, adalah bukti pikiran beliau maju ke depan," tutur Ambu Noviyanti.

Atas pengabdiannya, R.M. Evi Silviadi menerima gelar The Guardian of Sundanese Culture dari UPI, penghargaan pala emas dari Presiden Joko Widodo, gelar Abul Mustadhafin dari pekerja PT. Pelni, hingga Pahlawan Olahraga Jabar dari KONI, dan Pahlawan Inovasi dari LPP RRI.

"Penghargaan itu adalah, pengakuan negara dan masyarakat, tapi bagi kami, beliau adalah pahlawan keluarga, dan pahlawan rakyat kecil, yang akan terus kami lanjutkan perjuangannya," pungkas Ratu Agung LAK Galuh Pakuan Ambu Noviyanti Maulani Silviadi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....