HJKB ke-216 Hadirkan Konsep Baru Pawai Jampana, Tanpa Pawai Kendaraan Bermotor
- 16 Sep 2026 14:57 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota Bandung menyiapkan konsep baru dalam rangkaian Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-216. Tahun ini, perayaan akan mengusung tema “Bandung Kota Solidaritas” dengan menghadirkan pawai jampana dan tidak lagi menggelar pawai kendaraan bermotor seperti tahun-tahun sebelumnya.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, konsep pawai jampana dibuat lebih sederhana dengan menonjolkan kreativitas masyarakat dan perangkat wilayah.
“Konsepnya dibuat lebih sederhana. Tidak lagi mengadakan pawai kendaraan bermotor seperti tahun-tahun sebelumnya, melainkan pawai jampana,” ujar Farhan, Rabu 16 September 2026.
Menurutnya, jampana nantinya berupa hiasan atau kreasi yang digotong dan dibawa berjalan dalam rangkaian pawai. Bentuk serta kreativitas jampana akan diserahkan kepada masing-masing peserta.
“Nanti kita lihat bentuk dan kreasinya. Temanya adalah Bandung Kota Solidaritas,” katanya.
Farhan meminta seluruh perangkat daerah, lembaga, komunitas, maupun pihak lain yang terlibat mempersiapkan kreasi dengan serius. Ia menekankan agar setiap jampana dibuat rapi, menarik, dan tidak sekadar memenuhi kewajiban.
“Saya menugaskan seluruh dinas, lembaga, maupun pihak lain yang terlibat untuk membuatnya sebaik mungkin. Tidak boleh asal jadi, harus rapi dan menarik,” tegasnya.
Ia menyebut, jampana merupakan salah satu bentuk kreativitas khas masyarakat Bandung. Menurut Farhan, jika Bali memiliki ogoh-ogoh berukuran besar, Bandung memiliki jampana yang memiliki karakter unik dan lebih mungil.
“Kalau di Bali ada ogoh-ogoh yang besar, di Bandung kita punya jampana yang unik dan mungil. Segala sesuatunya bergantung pada kreativitas masing-masing pihak,” ujarnya.
Farhan juga membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat dan komunitas untuk ikut berpartisipasi dalam pawai tersebut.
“Dinas maupun komunitas masyarakat boleh ikut berpartisipasi. Silakan, mangga saja, terbuka untuk umum,” katanya.
Farhan memastikan pawai kendaraan bermotor ditiadakan dalam perayaan HJKB ke-216. Menurutnya, keputusan tersebut sejalan dengan arahan Presiden dalam pidatonya di DPR RI agar perayaan dilakukan secara tidak berlebihan.
“Pawai kendaraan dibatalkan. Ya, tidak lagi. Hal ini sejalan dengan arahan Bapak Presiden dalam pidatonya di DPR RI agar tidak mengadakan perayaan yang berlebihan,” ucapnya.
Rangkaian utama HJKB pada 24 Oktober 2026, kata Farhan, akan lebih diarahkan pada semangat kebersamaan lintas wilayah. Pemerintah Kota Bandung juga ingin mendorong keterlibatan masyarakat di tingkat kecamatan dan kelurahan.
“Kegiatannya lebih ditekankan pada semangat kebersamaan lintas wilayah. Saya ingin memberdayakan potensi di tingkat wilayah,” katanya.
Ia juga mengapresiasi camat yang mampu menggerakkan masyarakat untuk bersama-sama melakukan pembenahan dan penataan wilayah.
Farhan mencontohkan Kecamatan Bandung Kulon yang dinilainya telah menunjukkan upaya tersebut. Hal serupa, menurutnya, juga mulai dilakukan sejumlah wilayah lain, termasuk Kecamatan Coblong dan Kecamatan Sumur Bandung.
“Saya sangat menghargai jika camat dapat memberdayakan masyarakatnya, berdialog, serta melakukan pembenahan dan penertiban wilayahnya sendiri, seperti yang dilakukan Camat Bandung Kulon. Itu sangat bagus,” ucapnya.
“Saya melihat semangat wilayah mulai berlomba untuk menata diri dengan baik,” katanya.
Ia mengingatkan agar pembenahan wilayah tidak dilakukan hanya setelah mendapat teguran atau menunggu pemerintah kota turun tangan. Menurutnya, masyarakat dan pemerintah kewilayahan perlu memiliki kesadaran untuk menjaga lingkungan masing-masing secara mandiri.
“Ingat, jangan menunggu Satpol PP atau Wali Kota turun baru wilayah berbenah. Karena jika sampai pihak pusat turun, tindakannya nanti pasti tegas dan keras,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....