Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan di Area Pemakaman, Pandu Terdapat 82 Bangunan
- 16 Sep 2026 15:11 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan menertibkan bangunan yang berdiri di area pemakaman. Penertiban dilakukan secara bertahap sebagai upaya menjaga ketertiban sekaligus mengembalikan fungsi kawasan pemakaman.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, keberadaan bangunan di area pemakaman masih ditemukan di sejumlah lokasi di Kota Bandung. Salah satunya di kawasan pemakaman Pandu, yang tercatat memiliki sekitar 82 bangunan yang perlu ditertibkan.
Menurut Farhan, jumlah kepala keluarga (KK) yang terdampak penertiban bahkan mencapai ratusan. Hal itu karena satu bangunan di kawasan pemakaman dapat dihuni oleh lebih dari satu keluarga.
“Fenomena ini hampir terjadi di seluruh area pemakaman. Warga tinggal tepat di samping makam, bahkan membuat bangunan di atasnya,” ujar Farhan, Rabu 16 September 2026.
Farhan menegaskan, secara aturan tidak diperbolehkan adanya bangunan di atas area pemakaman. Karena itu, Pemkot Bandung akan melakukan penataan terhadap kawasan pemakaman secara bertahap.
| Baca juga: Pemkot Bandung Segel Lahan Kebakaran Cihanja |
“Prinsipnya, tidak boleh ada bangunan apa pun di atas area pemakaman. Itu aturan dasarnya. Oleh sebab itu, kami akan merapikan seluruh area pemakaman satu per satu,” katanya.
Ia menjelaskan, penertiban tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan aspek ketertiban, tetapi juga mempertimbangkan sisi kemanusiaan. Kawasan pemakaman, kata Farhan, seharusnya menjadi tempat yang layak dan memberikan suasana tenang bagi masyarakat yang datang untuk berziarah.
“Tujuannya semata-mata demi kemanusiaan. Saya pun merasakan hal itu sebagai orang yang sudah ditinggal ayah, ibu, bahkan putra sendiri. Jika berziarah ke makam, kita pasti ingin suasana yang tenang dan layak, bukan pemandangan yang berantakan,” tuturnya.
Farhan mengatakan, Pemkot Bandung akan melakukan pembenahan secara bertahap dengan tetap memperhatikan kondisi masyarakat yang selama ini tinggal di sekitar area pemakaman.
“Kami berusaha membenahinya secara bertahap. Mohon maaf jika terkesan kaku, namun hal ini terpaksa dilakukan demi ketertiban,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....