Sampah Menahun di Pasar Cihaurgeulis Bandung, Pemprov Akhirnya Turun Tangan

  • 14 Sep 2026 19:06 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID,Bandung - Persoalan tumpukan sampah yang berbulan-bulan membelit Pasar Cihaurgeulis Kota Bandung, akhirnya ditangani Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Pemprov Jabar mengerahkan alat berat dan armada pengangkut, untuk membersihkan sekitar 150 ton sampah yang selama ini dikeluhkan pedagang maupun warga sekitar.

Sampah yang terdiri atas limbah organik dan nonorganik tersebut kemudian dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat. Penanganan dilakukan, setelah kondisi gunungan sampah di kawasan pasar dinilai semakin mengganggu aktivitas perdagangan dan kenyamanan masyarakat.

Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman mengatakan, proses pengangkutan dilakukan melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kota Bandung. Pembuangan sampah ke TPA Sarimukti juga memanfaatkan alokasi kuota milik Pemkot Bandung.

"Dibantu diangkut, sinergi dengan Pemkot Bandung. Menggunakan kuota Kota Bandung," ujar Herman saat dihubungi, Senin 14 September 2026.

Berdasarkan data yang diperoleh, volume sampah yang dibersihkan mencapai sekitar 130 hingga 150 ton. Pengangkutan dilakukan menggunakan sejumlah truk, dengan kapasitas sekitar 12 meter kubik per kendaraan.

Keberadaan gunungan sampah di Pasar Cihaurgeulis sebelumnya menjadi sorotan, karena diduga telah lama tidak tertangani secara optimal. Dari luar pasar, tumpukan tersebut tidak terlihat jelas lantaran tertutup seng pembatas. Namun, dari area lantai atas pasar, sampah tampak menumpuk di sejumlah titik hingga mengelilingi sebagian kawasan.

Sebelumnya, Pemprov Jabar juga membersihkan sampah di kolong Jembatan Pasopati di Kota Bandung, disorot Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Dalam momen itu, Herman menekankan penanganan sampah di hulu wajib disegerakan, karena kapasitas Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Sarimukti semakin terbatas.

Ia meminta seluruh unsur kewilayahan, khususnya kecamatan dan kelurahan, mengambil peran lebih aktif dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai pengelolaan sampah.

"Komponen kecamatan harus membantu mengedukasi masyarakat untuk mengurangi sampah dari rumah tangga, memanfaatkan sampah dan mendaur ulang sampah sejak dari rumah tangga," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....