Dewan Kebudayaan Cimahi Dikukuhkan, Perkuat Pelestarian Budaya Lokal

  • 14 Sep 2026 15:28 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Cimahi - Dewan Kebudayaan Kota Cimahi periode 2026-2030 resmi dikukuhkan di tengah upaya pemerintah daerah memperkuat pelestarian budaya lokal. Wali Kota Cimahi Ngatiyana menilai keberadaan lembaga tersebut memiliki peran strategis sebagai penghubung antara pemerintah dan masyarakat kebudayaan.

Ngatiyana menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus Dewan Kebudayaan Kota Cimahi yang baru dikukuhkan. Ia berharap kepengurusan baru mampu menjalankan tugas dengan konsisten serta menjadi wadah bagi aspirasi para pelaku budaya.

“Selamat dan sukses kepada seluruh pengurus Dewan Kebudayaan Kota Cimahi periode 2026-2030.” ujar Ngatiyana dalam keterangannya, Senin 14 September 2026.

Menurut Ngatiyana, Dewan Kebudayaan merupakan mitra strategis Pemerintah Kota Cimahi dalam mengembangkan dan melestarikan kebudayaan daerah. Karena itu, komunikasi dan koordinasi antara Dewan Kebudayaan dengan pemerintah perlu terus diperkuat.

Dewan Kebudayaan juga diharapkan mampu membangun jejaring yang lebih luas dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, akademisi, komunitas serta masyarakat. Kolaborasi lintas sektor dinilai penting agar program kebudayaan tidak berjalan sendiri-sendiri.

“Dewan Kebudayaan harus menjadi wadah aspirasi sekaligus mitra strategis pemerintah daerah.” ucapnya.

Penguatan kelembagaan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Dialog Budaya 2026 yang mempertemukan sekitar 100 tokoh dan pelaku kebudayaan. Forum tersebut menjadi ruang untuk membicarakan berbagai tantangan sekaligus peluang pengembangan budaya di Kota Cimahi.

Ngatiyana menilai kebudayaan memiliki posisi penting dalam membangun karakter masyarakat. Terlebih di tengah modernisasi, perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup yang berlangsung semakin cepat.

Menurutnya, generasi muda harus menjadi bagian utama dalam proses pelestarian budaya. Mereka tidak hanya perlu mengenal budaya lokal, tetapi juga didorong untuk mengembangkan berbagai karya dengan pendekatan kreatif dan kekinian.

Slogan “Kreatif Warga-na, Mantap Karya-na, Maju Kota-na, Hepi Budayawan-na” menjadi salah satu pesan yang diangkat dalam Dialog Budaya 2026. Pesan tersebut menempatkan kreativitas masyarakat dan kualitas karya sebagai kekuatan untuk mendorong kemajuan daerah.

Ngatiyana menjelaskan bahwa kreativitas warga menjadi modal dalam mengolah potensi budaya lokal menjadi karya yang bernilai. Sementara peningkatan kualitas karya diharapkan mampu memberikan ruang lebih luas bagi seni dan budaya Cimahi untuk berkembang.

Kemajuan kota, menurut Ngatiyana, tidak semata-mata ditentukan oleh pembangunan infrastruktur fisik. Kehidupan budaya, kreativitas masyarakat serta penghargaan terhadap budayawan juga menjadi bagian dari pembangunan yang berkelanjutan.

“Pembangunan daerah harus berjalan seimbang dengan penguatan kekayaan spiritual, kreativitas dan ekspresi budaya masyarakat.” katanya.

Ia berharap Dewan Kebudayaan periode 2026-2030 dapat menjalankan peran tersebut secara optimal. Dengan kolaborasi yang kuat, budaya Cimahi diharapkan tidak hanya bertahan, tetapi mampu berkembang dan menjadi salah satu kekuatan dalam membangun identitas kota.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....