Dialog Budaya Cimahi Jadi Momentum Perkuat Identitas di tengah Modernisasi

  • 14 Sep 2026 15:26 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Cimahi - Pemerintah Kota Cimahi mendorong penguatan identitas budaya sebagai bagian penting dalam menghadapi derasnya arus modernisasi. Hal itu disampaikan Wali Kota Cimahi Ngatiyana saat membuka Dialog Budaya 2026 yang dihadiri sekitar 100 tokoh dan pelaku kebudayaan.

Ngatiyana menilai Kota Cimahi sebagai daerah yang heterogen memiliki potensi kebudayaan yang cukup beragam. Kondisi tersebut perlu didukung ruang dialog yang terbuka agar gagasan, pemikiran, serta solusi pelestarian budaya dapat dibahas secara konstruktif.

“Cimahi merupakan daerah yang heterogen, tetapi memiliki potensi kebudayaan yang sangat kaya.” ujar Ngatiyana dalam keterangannya, Senin 14 September 2026.



Menurut Ngatiyana, Dialog Budaya 2026 tidak hanya menjadi tempat bertukar pandangan, tetapi juga dapat menjadi sarana menyatukan komitmen berbagai pihak. Pemerintah, pelaku seni, budayawan, komunitas, akademisi dan masyarakat diharapkan memiliki perhatian yang sama terhadap keberlangsungan budaya lokal.

Ia juga mengapresiasi seluruh peserta dan panitia yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut. Penghargaan turut disampaikan kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat serta DPRD Provinsi Jawa Barat atas sinergi dan dukungan terhadap kegiatan kebudayaan di Cimahi.

Momentum Dialog Budaya tahun ini dinilai semakin penting karena bertepatan dengan peringatan Hari Aksara Internasional 2026. Ngatiyana berharap momentum tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi mampu mendorong tumbuhnya literasi budaya di tengah masyarakat.

“Peringatan Hari Aksara Internasional harus menjadi pemantik kebangkitan literasi budaya di Kota Cimahi.” katanya.

Ngatiyana secara khusus meminta generasi muda ikut mengambil peran dalam menjaga keberadaan budaya daerah. Menurutnya, perubahan zaman tidak boleh membuat anak muda kehilangan pemahaman terhadap akar budaya dan identitas daerahnya.

Keberadaan aksara, bahasa, seni dan tradisi daerah, kata dia, merupakan bagian dari identitas yang harus terus dikenalkan kepada generasi berikutnya. Pelestarian budaya juga perlu dilakukan dengan pendekatan kreatif agar tetap relevan dengan perkembangan kehidupan masyarakat.

Wali Kota menegaskan pembangunan kota tidak cukup hanya diukur dari kemajuan infrastruktur dan pembangunan fisik. Kekayaan spiritual, kreativitas serta ekspresi budaya masyarakat juga menjadi indikator penting dalam membangun kota yang maju dan bermartabat.

“Kebudayaan bukan sekadar peninggalan masa lalu, tetapi bagian penting dalam membangun masa depan Kota Cimahi.” ucapnya.

Dalam Dialog Budaya 2026, slogan “Kreatif Warga-na, Mantap Karya-na, Maju Kota-na, Hepi Budayawan-na” turut menjadi semangat kegiatan. Slogan tersebut menggambarkan harapan agar kreativitas warga, kualitas karya dan kemajuan kota berjalan beriringan dengan kesejahteraan para pelaku budaya.

Ngatiyana mengajak seluruh unsur pemerintah, akademisi, komunitas dan pelaku seni memperkuat kolaborasi dalam menjaga kebudayaan Cimahi. Ia berharap budaya lokal terus hidup, berkembang dan memiliki ruang yang kuat di tengah perubahan zaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....