CFD Buahbatu Akan Diaktifkan Kembali, Pemkot Bandung Benahi Tata Kelola Anggaran
- 12 Sep 2026 10:04 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota Bandung memastikan Car Free Day (CFD) Buahbatu akan kembali digelar setelah proses pembenahan tata kelola anggaran dan pelaksanaan kegiatan diselesaikan.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan penghentian sementara CFD Buahbatu bukan disebabkan kegiatan tersebut tidak memberikan manfaat bagi masyarakat. Penghentian dilakukan sebagai langkah tindak lanjut atas temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait pengelolaan anggaran.
Farhan menjelaskan, berdasarkan temuan BPK, terdapat persoalan dalam pengelolaan anggaran pada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung. Karena itu, Pemkot Bandung perlu melakukan penataan ulang agar pelaksanaan CFD ke depan berjalan sesuai ketentuan dan prinsip akuntabilitas.
“Yang saya salahkan itu Dishub. Sesuai dengan temuan BPK, yang disalahkan itu Dishub. Dishub tidak melakukan pengelolaan anggaran dengan baik, sehingga memberikan honor langsung kepada pihak-pihak yang tidak menandatangani kontrak atau bukan ASN,” ujar Farhan, Sabtu 12 September 2026.
Menurutnya, penghentian sementara CFD merupakan bagian dari upaya pemerintah memperbaiki tata kelola kegiatan. Pemkot Bandung tidak ingin persoalan administrasi maupun penggunaan anggaran yang menjadi temuan terus berulang tanpa penyelesaian yang jelas.
“Maka kita harus tata kelola ulang. Sampai tata kelola ulangnya saya setujui, maka CFD kita hentikan dulu,” katanya.
Meski demikian, Farhan menyampaikan keinginannya agar CFD dapat segera kembali dilaksanakan. Ia menilai kegiatan tersebut memiliki manfaat besar bagi masyarakat, terutama sebagai ruang publik untuk berolahraga, berinteraksi, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi warga.
CFD selama ini menjadi ruang bagi pelaku usaha kecil, pedagang kaki lima, komunitas, serta masyarakat untuk melakukan berbagai aktivitas di ruang publik tanpa kendaraan bermotor.
“Saya juga pengin CFD segera dilaksanakan kembali, insyaallah, karena itu sangat membantu perekonomian rakyat, baik di Buahbatu maupun di Dago,” ungkapnya.
Farhan menambahkan, aktivitas CFD tidak hanya memberikan manfaat dari sisi sosial dan kesehatan masyarakat, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi lokal setiap akhir pekan. Oleh karena itu, Pemkot Bandung ingin memastikan CFD kembali berjalan dengan tata kelola yang lebih tertib, transparan, dan sesuai aturan.
Selain menyiapkan reaktivasi CFD yang telah berjalan, Pemkot Bandung juga membuka kemungkinan menambah lokasi CFD baru di sejumlah kawasan. Salah satu lokasi yang tengah dipertimbangkan adalah kawasan Alun-Alun Kota Bandung.
Farhan menilai kawasan pusat kota tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai ruang publik yang lebih hidup dan ramah bagi pejalan kaki.
“Sambil kita memikirkan juga, mungkin beberapa titik akan kita buka baru. Saya kepikiran alun-alun,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....