NGOBRAS, Cara Lapas Ciamis Bekali Warga Binaan Hadapi Kehidupan setelah Bebas

  • 11 Sep 2026 08:33 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Ciamis - Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Ciamis, Supriyanto, A.Md., IP., S.H., M.M., memimpin langsung kegiatan NGOBRAS (Ngobrol Bareng Sahabat) yang digelar di Aula Lapas Kelas IIB Ciamis, Kamis 10 September 2026.

Program NGOBRAS terus bergulir sebagai salah satu wadah pembinaan bagi warga binaan. Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk berbagi pengalaman, ilmu, motivasi, sekaligus membangun kesadaran warga binaan agar mulai mempersiapkan kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Supriyanto menegaskan bahwa setiap warga binaan memiliki kesempatan yang sama untuk memperbaiki diri dan meraih kehidupan yang lebih baik setelah bebas.

Menurutnya, pertanyaan terpenting bukan sekadar bisa atau tidak bisa menjalani kehidupan yang lebih baik, melainkan ada atau tidaknya kemauan untuk merencanakan masa depan dan kemudian mewujudkannya melalui tindakan nyata.

“Setiap warga binaan mempunyai kesempatan yang sama untuk lebih maju selepas bebas nanti. Yang penting adalah kemauan untuk merencanakan kehidupan yang lebih baik, kemudian melakukan dan mewujudkannya,” ujar Supriyanto.

Ia mengatakan, setiap orang tentu memiliki keinginan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Namun, keinginan tersebut perlu dibarengi persiapan yang matang.

Karena itu, NGOBRAS dihadirkan sebagai ruang bagi warga binaan untuk melakukan introspeksi terhadap kesalahan masa lalu, sekaligus menyusun rencana kehidupan yang lebih baik setelah bebas.

Supriyanto juga meyakini setiap warga binaan memiliki pengalaman, ilmu, dan pengetahuan yang dapat dibagikan kepada sesama. Melalui NGOBRAS, pengalaman tersebut diharapkan tidak berhenti pada diri masing-masing, tetapi menjadi sumber pembelajaran bagi warga binaan lainnya.

“NGOBRAS ini menjadi tempat untuk saling bertukar pikiran. Harapannya, kegiatan ini mampu membangun kesadaran, berbagi ilmu, membuka kesempatan, mendorong perubahan, hingga melahirkan kemandirian yang nantinya dapat hadir di tengah masyarakat dan memberikan manfaat,” katanya.

Forum NGOBRAS juga menjadi sarana mempertemukan warga binaan dengan pembina, praktisi, tokoh, akademisi, pelaku usaha, maupun kalangan profesional. Mereka berbagi pengalaman, motivasi, solusi, dan peluang sebagai bekal bagi warga binaan untuk mengembangkan diri serta mempersiapkan kepulangan ke masyarakat.

“Tidak ada kata terlambat untuk menjadi lebih sukses dan lebih baik,” tegas Supriyanto.

Ia kemudian mengibaratkan proses pembinaan dengan seorang seniman yang harus berlatih sebelum tampil di atas panggung.

Menurutnya, seorang pemain gitar maupun musisi harus berlatih terlebih dahulu agar mampu menghasilkan musik yang harmonis dan enak didengar.

Begitu pula warga binaan, perlu memanfaatkan masa pembinaan untuk melatih dan mengembangkan diri sebelum kembali menjalani kehidupan di masyarakat.

“NGOBRAS ini jadikan tempat untuk melatih diri, mengembangkan diri, dan bersiap menjadi manusia yang sukses setelah bebas nanti,” ujarnya.

Semangat tersebut turut dirasakan salah seorang warga binaan bernama Tian. Ia mengaku kegiatan NGOBRAS memberikan dorongan untuk mulai merencanakan kehidupan sekaligus membangun usaha setelah bebas.

Menurut Tian, berbagai materi dan diskusi dalam NGOBRAS membuat pola pikirnya semakin terbuka. Selain menambah ilmu dan wawasan, kegiatan tersebut juga meningkatkan semangatnya untuk berubah dan mempersiapkan masa depan.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Kalapas Ciamis yang telah menghadirkan program tersebut. Bagi Tian, NGOBRAS membuatnya semakin terdorong untuk memiliki persiapan, rencana, dan cita-cita yang lebih matang, termasuk keinginan membangun usaha yang nantinya dapat memberikan manfaat bagi orang lain.

Sementara itu, Ustaz Ishak Asyari yang menjadi salah satu pembicara dalam kegiatan tersebut mendoakan agar program NGOBRAS dapat berjalan sukses dan mampu melahirkan warga binaan yang siap kembali ke masyarakat serta memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Ia mengingatkan pentingnya kemauan dan usaha dalam melakukan perubahan kehidupan.

“Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali mereka mau dan berusaha mengubahnya,” pesan Ustaz Ishak.

Pada bagian akhir kegiatan, Kasubsi Register dan Bimkemas, Didiek, mengingatkan seluruh warga binaan agar aktif mengikuti berbagai kegiatan pembinaan.

Menurutnya, konsep NGOBRAS bukan sekadar pembelajaran satu arah dari pemateri kepada peserta. Setiap warga binaan juga memiliki pengalaman, inspirasi, dan pengetahuan yang dapat menjadi bahan pembelajaran bagi peserta lainnya.

Karena itu, warga binaan didorong untuk berani berbicara, berbagi pengalaman, sekaligus belajar mendengarkan pengalaman orang lain.

“Dalam NGOBRAS, pembelajaran bukan hanya dari pemateri. Seluruh peserta dan warga binaan mempunyai inspirasi, pengalaman, dan pengetahuan yang juga memiliki ruang untuk didengar dan mendengarkan, sehingga dapat saling berbagi ilmu,” ujar Didiek.

Melalui kegiatan NGOBRAS, Lapas Kelas IIB Ciamis terus mendorong proses pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada perubahan selama menjalani masa pidana, tetapi juga mempersiapkanwarga binaan agar memiliki bekal, rencana, dan kemandirian ketika kembali ke tengah masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....