Becak Listrik Bantuan Presiden Berpotensi Jadi Penopang Transportasi Publik
- 09 Sep 2026 20:16 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Sumedang - Sebanyak 220 pengemudi becak di Kabupaten Sumedang menerima bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto. Kendaraan tersebut tidak hanya ditujukan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan pengemudi becak, tetapi juga berpotensi diintegrasikan ke dalam ekosistem transportasi publik di Sumedang.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengatakan keberadaan becak listrik dapat menjadi alternatif angkutan umum untuk mendukung program Rabu dan Jumat Ngangkot yang saat ini tengah digencarkan Pemerintah Kabupaten Sumedang.
“Dengan adanya becak listrik ini bisa menjadi alternatif angkutan umum untuk membantu program ini supaya bisa berjalan dengan baik,” kata Dony saat meninjau pelatihan pengoperasian becak listrik di Lapangan PPS, Rabu 9 September 2026.
Menurut Dony, keberadaan moda transportasi tersebut dapat memperkuat upaya pemerintah daerah dalam mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum.
Perwakilan Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) Wisnu mengatakan bantuan becak listrik merupakan amanah Presiden Prabowo bagi para pengemudi becak, terutama mereka yang telah memasuki usia lanjut. Pada tahap pertama, bantuan diprioritaskan bagi pengemudi becak berusia 55 tahun ke atas. Bantuan diberikan secara gratis sehingga penerima tidak dibebankan biaya apa pun.
“Tujuan Pak Presiden Prabowo karena banyak tukang becak di Indonesia ini usianya sudah lanjut dan masih menyewa. Supaya bapak-bapak semua itu punya aset di usia lanjut, berupa becak listrik,” ujar Wisnu.
Wisnu mengingatkan penerima agar tidak memberikan uang kepada pihak mana pun yang mengaku sebagai bagian dari program bantuan becak listrik. Ia juga meminta kendaraan tersebut dijaga dan tidak dijual, digadaikan, ataupun disewakan kepada orang lain.
Bagi pengemudi becak yang belum menerima bantuan pada tahap pertama, khususnya yang berusia di bawah 55 tahun, pendataan akan tetap dilakukan untuk kemungkinan penyaluran pada tahap berikutnya. “Untuk yang belum dapat di periode pertama, tolong jangan berkecil hati. Kami hanya menjalankan amanah. Kami selesaikan dulu untuk para lansia,” katanya.
Sebelum digunakan untuk melayani masyarakat, para penerima bantuan mengikuti pelatihan pengoperasian becak listrik. Materi diberikan melalui teori dan praktik oleh tim teknis PT Pindad sebagai produsen kendaraan tersebut.
Peserta juga dibekali pemahaman mengenai pengendalian laju dan aspek keselamatan. Kemampuan mengoperasikan kendaraan secara tepat dinilai penting untuk mencegah kecelakaan ketika becak listrik mulai digunakan di jalan.
Dari sisi operasional, baterai becak listrik dapat diisi menggunakan sumber listrik rumah tangga. Biaya pengisian daya disebut relatif terjangkau sehingga diharapkan tidak menjadi beban besar bagi para pengemudi. Ke depan, pemerintah daerah juga didorong menyiapkan sejumlah titik pengisian daya di pangkalan becak maupun lokasi strategis yang ramai aktivitas masyarakat.
.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....