Kondisi Sekolah Swasta di Naringgul Menjadi Perhatian Bupati

  • 09 Sep 2026 18:32 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Cianjur- Adanya sekolah SMP swasta SCBP yang berada di Desa Malati Kecamatan Naringgul Cianjur selatan menjadi sorotan, setelah kondisi fasilitas pendidikannya sempat viral di media sosial.

‎Sekolah yang berdiri sejak sekitar tahun 2023 itu diketahui hanya memiliki satu ruang kelas, sekolah tersebut merupakan sekolah kelas jauh yang bangunan induknya berada di Kecamatan Cidaun. Kondisi tersebut membuat kegiatan belajar mengajar siswa kelas 7 hingga kelas 9 harus dilakukan secara bersamaan dalam satu ruangan.

‎Total terdapat 13 siswa yang menempuh pendidikan di sekolah tersebut dengan rincian, enam siswa kelas 7, enam siswa kelas 8, dan satu siswa kelas 9.

‎Keterbatasan tidak hanya terjadi pada jumlah ruang kelas termasuk Kondisi bangunan sekolah terlihat memprihatinkan. Sejumlah bagian dinding yang terbuat dari triplek sudah mengalami kerusakan dan berlubang. Sementara itu, lantai ruang kelas masih berupa tanah dan mebeler terbatas. Sekolah itu juga berada di lahan milik warga.

‎Kondisi tersebut membuat para siswa harus mengikuti pembelajaran dengan fasilitas yang jauh dari memadai. Suasana ruang kelas yang panas juga menjadi salah satu keluhan siswa ketika mengikuti kegiatan belajar mengajar.

‎Meski berada dalam keterbatasan sarana dan prasarana, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat para siswa maupun pihak sekolah untuk tetap menjalankan kegiatan pendidikan.

‎Setelah kondisi sekolah tersebut viral di media sosial, Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian langsung turun meninjau lokasi. Pemerintah Kabupaten Cianjur pun sudah mengambil langkah cepat agar para siswa dapat memperoleh tempat belajar yang lebih layak.

‎“Pemerintah Kabupaten Cianjur mengambil langkah. Kita mengambil keputusan untuk bangunan pemerintah untuk digunakan belajar sekolah swasta SCBC," ujarnya, Rabu 9 September 2026.

‎Pemindahan tersebut dilakukan agar para siswa bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar di tempat yang lebih layak, aman, dan nyaman.

Ia menambahkan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memastikan seluruh anak di Kabupaten Cianjur mendapatkan akses pendidikan yang layak, termasuk siswa yang berada di wilayah dengan keterbatasan fasilitas pendidikan.

‎Pemindahan kegiatan belajar mengajar ke ruang kelas milik pemerintah terdekat diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman. Dengan begitu, proses pembelajaran para siswa dapat berlangsung secara lebih optimal.

‎Wahyu menegaskan, keterbatasan fasilitas pendidikan tidak boleh menjadi penghalang bagi anak-anak Cianjur untuk mendapatkan pendidikan dan menggapai cita-cita.

‎“Semoga langkah kecil ini menjadi awal dari perubahan yang lebih besar. Karena setiap anak Cianjur berhak mendapatkan pendidikan yang layak dan kesempatan untuk mengejar cita-citanya. Tidak boleh ada mimpi yang terhenti hanya karena keterbatasan tempat belajar,” pungkasnya

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....